Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
14 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
10 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton
kabar KemenPUPR

Pembangunan Venue Layar dan Jetski, Mengacu Standar Internasional

Pembangunan Venue Layar dan Jetski, Mengacu Standar Internasional
Menteri Basuki saat memberikan keterangan pers kepada awak media. (Humas KemenPUPR).
Senin, 11 Desember 2017 11:43 WIB
JAKARTA - Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2016 tentang Dukungan Penyelenggaraan Asian Games 2018, Kementerian PUPR mendapat penugasan venue untuk pembangunan/renovasi sebanyak 15 venue dan 2 paket penataan kawasan di kompleks GBK.

Sementara itu, di Kemayoran membangun 2 blok Wisma Atlet dan 1 paket penataan kawasan di Kompleks Kemayoran. Untuk di Jakabaring, berupa 2 blok Wisma Atlet dan pembangunan/renovasi 2 venue yakni dayung dan shooting range.

“Selain venue tersebut, Kementerian PUPR juga melaksanakan tugas tambahan membangun venue jetski dan layar di Ancol, parkir tingkat dan hutan kota (Cofftea House) di GBK,”kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya telah menetapkan PT. Nindya Karya sebagai kontraktor pelaksana dan konsultan manajemen konstruksi PT. Virama Karya pada proyek pembangunan venue layar dan jetski di Ancol, Jakarta Utara yang merupakan satu paket kontraktual.

Kontrak konstruksi kedua venue tersebut senilai Rp 172,5 miliar dengan target penyelesaian pada 3 Agustus 2018. Kementerian PUPR akan melakukan percepatan penyelesaian sehingga dapat rampung pada Juni 2018.

Penandatanganan kontrak akan dilaksanakan setelah persetujuan kontrak Multiyears (MYC) diterbitkan oleh Kementerian Keuangan pada akhir Desember 2017.

“Dalam pelaksanaan pembangunan, kami juga bekerjasama dengan Pemerintah DKI Jakarta terkait dengan pemenuhan semua perijinan dan pengurus besar cabang olahraga yang dalam hal ini Porlasi (Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia) dan IJBA (International Jetsport Boating Association) sebagai wakil dari Inasgoc terkait pemenuhan standar venue internasional yang digunakan pada perhelatan Asian Games XVIII,”kata Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo.

Sementara itu lokasi untuk venue squash telah ditetapkan di Hall D Gelora Bung Karno dengan biaya perbaikan menggunakan alokasi APBN di Kementerian PUPR sebanyak 4 court permanen tipe single yang multifungsi. Sedangkan show court squash sebagai court ke-5 akan disiapkan diluar Hall D secara temporer menjadi tanggung jawab Inasgoc.

Renovasi/rehabilitasi venue squas akan dimulai pada minggu III Januari 2018 dan selesai pada akhir Juni 2018. Dalam pelaksanaannya, Ditjen Cipta Karya akan melakukan kordinasi dengan PBPSI untuk melakukan penyusunan dokumen pelelangan pekerjaan renovasi/rehabilitasi venue squash terkait persyaratan standarisasi World Squash Federation (WSF). (*/dnl)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Ekonomi, Voli, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww