Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
13 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
15 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
11 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
11 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
12 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  PON

RSUD Cut Mutia Tak Miliki Serum Anti Difteri

RSUD Cut Mutia Tak Miliki Serum Anti Difteri
Ilustrasi.
Rabu, 20 Desember 2017 17:21 WIB
Penulis: Riska Silviana

LHOKSUKON – RSUD Cut Mutia Kabupaten Aceh Utara tidak memiliki serum anti difteri (ADS). Jika ada pasien untuk mendapatkan perawatan medis dengan serum anti difteri itu, RSUD itu menyarankan agar dirujuk ke RSUD Zaenal Abidin di Banda Aceh.

“Sampai saat ini belum tersedia serum anti difteri di RSUD Cut Mutia,” kata Direktur RSUD Cut Mutia, dr Nurhaida saat dihubungi GoAceh, Rabu (20/12/2017), terkait adanya pasien di kabupaten itu yang positif difteri.

Nurhaida mengatakan, sedangkan untuk obat pencegahannya seperti vaksin, ada tersedia di dinas kesehatan kabupaten. “Yang ada hanya di RSU ZA, tetapi kalau vaksin ada di dinas kesehatan,” ujarnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, dinas kesehatan menemukan 12 kasus suspek difteri di 6 kecamatan di kabupaten itu. Dari jumlah 12 kasus tersebut, 1 di pasien di bawah penanganan Puskesmas Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon dinyatakan positif difteri.

“Dari beberapa sampel yang kita ambil dari sejumlah pasien dan kita bawa ke laboratorium, hasilnya kebanyakan negatif. Hanya satu pasien positif. Pasien itu kini sudah membaik setelah dibawa ke RSU Zaenal Abidin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Makhrozal Selasa kemarin.

Editor:Jamaluddin Idris
Kategori:PON
wwwwww