Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Partai Harus Berani Usung Sosok Alternatif Hadapi Petahana

Partai Harus Berani Usung Sosok Alternatif Hadapi Petahana
Kamis, 21 Desember 2017 11:27 WIB

DELISERDANG  - Deliserdang menjadi salah satu kabupaten di Sumatera Utara yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 2018.

Berbeda dari kabupaten/kota lain di Sumut yang juga akan menggelar Pilkada pada 2018 mendatang, Deliserdang terkesan tak memiliki "atmosfer" demokrasi yang kuat. 

Hampir seluruh partai mengusung dan mendukung petahana, yaitu Anshari Tambunan. Partai lain yang belum menentukan pilihan, juga tidak menunjukkan gelagat untuk memunculkan sosok alternatif bagi masyarakat Deliserdang. 

Hal tersebut dinilai Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Deliserdang Oki Teger Bangun, sebagai kemunduran dalam menjalankan praktik demokrasi.  

"Dalam proses demokrasi itu, pilkada bukan hanya mencari yang terbaik, tapi juga untuk mengantisipasi yang buruk terpilih. Jika seluruh partai yang ada cenderung menaruh dukungannya kepada satu calon saja, ini merupakan kemunduran dalam berdemokrasi," katanya.  

Jika sejumlah partai tidak menyediakan pilihan alternatif, jelas Oki, Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Deliserdang berpotensi hanya memiliki pasangan calon tunggal. 

Apalagi, dua pasangan calon yang coba menempuh jalur perseorangan, terlihat sulit untuk lolos dari verifikasi faktual yang dilakukan oleh KPUD Deliserdang.  

"Dua calon independen (perseorangan) ini belum jelas apakah lulus verifikasi faktual. Kita tentunya tidak ingin Pilkada Deliserdang 2018, satu paslon melawan kotak kosong," jelasnya. 

Oleh karena itu, Oki menegaskan, partai tertentu harus berani memunculkan sosok alternatif untuk melawan petahana di Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Deliserdang 2018.

"Oleh karena itu partai harus berani memunculkan sosok alternatif, baik dari internal maupun eksternal partai. Selain ingin Deliserdang lebih maju, kita juga berharap proses demokrasi dapat berjalan dengan baik," tandasnya.

Editor:Wen
Sumber:rmolsumut.com
Kategori:Sumatera Utara, Metropolitan
wwwwww