Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
23 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
3
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
4
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
6 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Sepakbola
24 jam yang lalu
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Home  /  Berita  /  Badminton

HPN 2018, Wakil Ketua DPD RI, Ajak Forum Jurnalis Perempuan Lawan Bias Gender

HPN 2018, Wakil Ketua DPD RI, Ajak Forum Jurnalis Perempuan Lawan Bias Gender
Wakil Ketua DPD RI, Darmayanti Lubis. (istimewa)
Kamis, 08 Februari 2018 12:51 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PADANG - Wakil Ketua DPD RI Darmayanti Lubis menganggap saat ini perempuan Indonesia masih menghadapi permasalahan tentang bias gender.

Antara lain perbedaan hak dan perlakuan antara perempuan dan laki-laki. Permasalahan tersebut telah mengakar dalam masyarakat dan instansi atau perusahaan tempat perempuan bekerja.

Dalam sambutannya di acara Konferensi Jurnalis Perempuan Indonesia di Hotel Grand Inna Padang (7/2), Darmayanti Lubis berpendapat salah satu kelompok perempuan yang masih berkutat dengan masalah kesetaraan gender adalah jurnalis perempuan.

Hak-hak dan kesejahteraan jurnalis perempuan dinilai masih belum memadai. Permasalahan tersebut tidak lepas dari isu kesetaraan gender.

"Kesetaraan gender, atau kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, mengacu pada kesetaraan hak, tanggung-jawab, kesempatan, perlakuan dan penilaian atas perempuan dan laki-laki, anak perempuan dan anak laki-laki dalam kehidupan maupun di tempat kerja," kata Darmayanti Lubis.

Dalam acara yang turut dihadiri oleh Senator Sumatera Barat Leonardy Harmainy, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, dan Ketua Dewan Pers periode 2010-2013 Bagir Manan, Darmayanti Lubis, gambaran umum kondisi kesejahteraan jurnalis perempuan masih jauh dari harapan.

Contohnya adalah tidak terpenuhinya sebagian hak-hak jurnalis perempuan seperti tunjangan keluarga, dan asuransi kesehatan untuk suami dan anak. Selain itu, isu pelecehan seksual di tempat kerja juga masih menghantui masyarakat perempuan.

Perusahaan belum memiliki kebijakan dan saluran khusus pengaduan intimidasi dan pelecehan seksual di tempat kerja. Tidak ada standar penanganan yang jelas. Bahkan, kasus pelecehan di ruang kerja banyak terabaikan.

“Kita sebagai perempuan harus melawan pelecehan perempuan. Jangan takut. Kita harus berani berbicara untuk mengungkap dan melawan," tegasnya.

Melihat banyaknya permasalahan tersebut, Darmayanti Lubis meminta agar seluruh elemen dapat bersinergi untuk memastikan agar hak-hak pekerja perempuan terpenuhi, termasuk jurnalis. Sehingga peran dan kualitas perempuan dapat meningkat dengan terpenuhinya hak-hak tersebut.

"Saya berharap agar dengan terbentuknya Forum Jurnalis Perempuan Indonesia dapat melahirkan gagasan dan melindungi jurnalis perempuan. Dan itu harus dimulai dari diri kita. Kita harus pede, kuat, dan tegas untuk merinah persepsi masyarakat sehingga tidak ada lagi diskriminasi gender atau pelecehan terhadap perempuan," ucapnya.

Menurut Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, saat ini perempuan masih menjadi komoditas marketing bagi media, terutama media perempuan.

Perempuan digunakan sebagai objek dalam berita dan iklan. Dimana kedua hal tersebut semakin mengukuhkan perempuan sebagai subordinasi laki-laki. Di industri media atau jurnalisme, Yosep masih berpendapat bahwa perempuan belum memiliki porsi sentral dalam manajemen media. Laki-laki masih mendominasi bidang jurnalisme.

"Dalam pers Indonesia, posisi jurnalis perempuan masih lemah. Peran mereka belum tereksplor dalam policy terkait manajemen dalam pemberitaan di media,” ujarnya. ***

wwwwww