Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
23 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
20 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
24 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
7 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
20 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Sekjen MPW PP Riau, Frans Rizal: Organisasi Tanpa Bentuk Mulai Bereaksi, Kita Harus Waspada

Sekjen MPW PP Riau, Frans Rizal: Organisasi Tanpa Bentuk Mulai Bereaksi, Kita Harus Waspada
Kamis, 01 Maret 2018 18:55 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Sekjen Majlis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Riau, H Frans Rizal mengingatkan agar senantiasa waspada. Terutama atas reaksi organisasi tanpa bentuk yang bisa mengancam NKRI.

Pesan itu disampaikan Frans Rizal saat hadir pada pelantikan Sapma PP, Koti, dan Srikandi MPC Pemuda Pancasila Kepulauan Meranti, Rabu (28/2/2018).

Dalam sambutannya itu, Frans menceritakan bahwa pada tanggal 5 juli 1959 Dekrit Presiden menyatakan agar Bangsa Indonesia kembali ke Pancasila dan UUD 1945. Ketegasan ini ditentang oleh pihak yang ingin mengubah ideologi.Salah satu kekuatan yang disiapkan menghadapi niat buruk kelompok tersebut adalah Pemuda Pancasila. PP menjaga dan mencari siapa yang akan mengubah ideologi bangsa ini.

"PP itu bukan dilahirkan atas kepentingan pribadi, kelompok, atau pun partai. Melainkan, karena adanya panggilan sejarah," kata Frans.

Saat itu Frans juga mengingat akan kekejaman PKI. Katanya, dulu masyarakat disuurh menggali lobang di rumah masing-masing. Lobang itu ternyata untuk menguburkan siapa saja yang tak mau ikut (dibunuh) bergabung dengan PKI.

"Sekarang tanpa kita sadari, organisasi tanpa bentuk ini sudah mulai bereaksi. Banyak orang-orang tersebut mungkin ada di tengah Pemuda Pancasila, organisasi agama, perguruan tinggi, dan sebagainya. Ini lah yang perlu kita waspadai," pesan Frans.

Kalau kita tidak waspada, tambahnya lagi, banyak bangsa lain akan masuk dan mencoba menguasai bangsa Indonesia. Hal itu mulai terlihat jelas dengan adanya pengiriman narkoba ke Indonesia dengan jumlah yang tak sedikit.

"Kita harus waspada. Saya pesankan betul ke anggota, dua hal tidak ditolerir oleh PP yaitu asusila dan narkoba. Saudara jangan terlibat dengan penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

Saat itu, pengurus Sapma PP Meranti dilantik oleh Ketua Sapma PP Riau Restu Rambah, pengurus Koti Meranti dilantik oleh Ketua Koti Mahatidana Riau Resmon Sagala, dan pengurus Srikandi MerantiKetua DPw Srikandi Riau Yuswita Usman.

Pelantikan digelar di Taman Cik Puan Jalan Merdeka Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau. ***

Kategori:PON, Riau, Badminton
wwwwww