Sekjen MPW PP Riau, Frans Rizal: Organisasi Tanpa Bentuk Mulai Bereaksi, Kita Harus Waspada
![]() |
Penulis: Safrizal
Pesan itu disampaikan Frans Rizal saat hadir pada pelantikan Sapma PP, Koti, dan Srikandi MPC Pemuda Pancasila Kepulauan Meranti, Rabu (28/2/2018).
Dalam sambutannya itu, Frans menceritakan bahwa pada tanggal 5 juli 1959 Dekrit Presiden menyatakan agar Bangsa Indonesia kembali ke Pancasila dan UUD 1945. Ketegasan ini ditentang oleh pihak yang ingin mengubah ideologi.Salah satu kekuatan yang disiapkan menghadapi niat buruk kelompok tersebut adalah Pemuda Pancasila. PP menjaga dan mencari siapa yang akan mengubah ideologi bangsa ini.
"PP itu bukan dilahirkan atas kepentingan pribadi, kelompok, atau pun partai. Melainkan, karena adanya panggilan sejarah," kata Frans.
Saat itu Frans juga mengingat akan kekejaman PKI. Katanya, dulu masyarakat disuurh menggali lobang di rumah masing-masing. Lobang itu ternyata untuk menguburkan siapa saja yang tak mau ikut (dibunuh) bergabung dengan PKI.
"Sekarang tanpa kita sadari, organisasi tanpa bentuk ini sudah mulai bereaksi. Banyak orang-orang tersebut mungkin ada di tengah Pemuda Pancasila, organisasi agama, perguruan tinggi, dan sebagainya. Ini lah yang perlu kita waspadai," pesan Frans.
Kalau kita tidak waspada, tambahnya lagi, banyak bangsa lain akan masuk dan mencoba menguasai bangsa Indonesia. Hal itu mulai terlihat jelas dengan adanya pengiriman narkoba ke Indonesia dengan jumlah yang tak sedikit.
"Kita harus waspada. Saya pesankan betul ke anggota, dua hal tidak ditolerir oleh PP yaitu asusila dan narkoba. Saudara jangan terlibat dengan penyalahgunaan narkoba," ujarnya.
Saat itu, pengurus Sapma PP Meranti dilantik oleh Ketua Sapma PP Riau Restu Rambah, pengurus Koti Meranti dilantik oleh Ketua Koti Mahatidana Riau Resmon Sagala, dan pengurus Srikandi MerantiKetua DPw Srikandi Riau Yuswita Usman.
Pelantikan digelar di Taman Cik Puan Jalan Merdeka Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau. ***













