Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Insiden Pemukulan Mobil X Trail, Polisi Minta Driver Ojek Online tak Main Hakim Sendiri

Insiden Pemukulan Mobil X Trail, Polisi Minta Driver Ojek Online tak Main Hakim Sendiri
Sejumlah ojek online mengeroyok pengemudi mobil di Jakarta. (istimewa)
Jum'at, 02 Maret 2018 14:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu mengatakan pihaknya telah memeriksa empat pengendara ojek berbasis aplikasi online (Ojek Online) terkait kasus pengerusakan dan pemukulan terhadap pengemudi mobil Nissan X Trail di terowongan underpass Johar Baru, Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018) malam.

Dimana aksi pengerusakan dan penganiayaan itu berawal ketika mobil Nissan X-Trail berpenumpang tiga orang tertutup rombongan driver ojek online yang sedang mengiringi mobil jenazah.

Karena merasa kesulitan melintas sopir mobil Nissan tersebut menyalakan klakson dan hendak menerobos dan terjadilah peristiwa tersebut.

Menanggapi insiden tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengimbau agar pengendara ojek berbasis aplikasi online tidak lagi melakukan aksi main hakim sendiri dalam menyelesaikan persoalan.

"Kami minta, driver jangan main hakim sendiri. Kalau ada permasalahan, lapor polisi. Kalau main hakin ada konsekwensi hukum jangan sampai menyesal. Kalau diproses hukum di kurung sapa yang hidupi keluarga," imbau Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/3/2018).

Selain itu, dirinya juga menghimbau perusahan penyelia atau perusahaan Ojek Online untuk memerhatikan proses perekrutan pengendara.

"PT juga harus seleksi. Jangan ada yang di bawah umur. Perusahaan harus sensitif. Harus pantau kalau di bawah umur kan psikologinya masih labil," jelas Argo.

Hal ini kata dia, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. ***

wwwwww