Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
17 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
13 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
14 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
9 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
9 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

KSP Terima Dubes Selandia Baru, Mantapkan Rencana Kunjungan Presiden Jokowi ke Wellington

KSP Terima Dubes Selandia Baru, Mantapkan Rencana Kunjungan Presiden Jokowi ke Wellington
KSP Moeldoko. (istimewa)
Rabu, 07 Maret 2018 21:33 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Indonesia dan Selandia Baru berniat terus meningkatkan hubungan kerjasama dan kemitraan yang komprehensif antar kedua negara, terutama pada bidang investasi, agrikultur, pendidikan, dan pariwisata.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dengan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Dubes Trevor Matheson di Bina Graha Kantor Staf Presiden, Rabu, (7/3/2018)

Selain berkenalan dengan Kepala Staf Kepresidenan, kedatangan Matheson sekaligus untuk membicarakan kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke Wellington, New Zealand 18-19 Maret 2018, usai menghadiri KTT ASEAN-Australia di Sydney.

“Kami ingin agar kedua negara terus meningkatkan level kolaborasi yang selama ini terjalin dengan baik,” kata Matheson. Dubes Selandia Baru mengaku kagum dengan Indonesia yang mampu menjadi ‘role model’ demokrasi, terutama dengan beragam perbedaan di negara kita.

“It’s not easy,” kata Matheson, yang langsung ditimpali Moeldoko, “Itu semua karena kami punya Pancasila.”

Didampingi Wakil Duta Besar Naomi Kyriacopoulos, Matheson merasa gembira atas rencana kunjungan Presiden Jokowi ke ‘Negeri Kiwi’ itu setelah kunjungan terakhir Presiden Indonesia dilakukan oleh Susilo Bambang Yudhoyono pada 2005 lalu.

“Selandia Baru negeri yang indah. Saya ingat juga tradisi minum kopi pagi-pagi di tengah dinginnya cuaca,” kata Moeldoko, yang dalam karir kemiliterannya sempat dua kali berkunjung ke negara berpenduduk 4,7 juta jiwa itu.

Tahun ini, hubungan diplomatik Indonesia dan Selandia Baru tepat memasuki dekade keenam, sejak kali pertama dibuka pada 1958. Diharapkan kedekatan kedua negara akan semakin erat karena pada Juni tahun ini, maskapai Emirates direncanakan membuka penerbangan dengan jalur Dubai-Denpasar-Auckland.

“Tentu penerbangan langsung dari Indonesia ke Selandia Baru diharapkan mampu meningkatkan people to people contact antara kedua negara. Untuk bisa ke Selandia Baru, warga Indonesia tak harus ke Malaysia, Singapura, atau Australia terlebih dahulu,” kata Matheson.

Sekilas RI-Selandia Baru

Saat ini ada empat kerjasama prioritas yang tertuang pada Joint Commitment for Development 2017-2022, yakn energi panas bumi di proyek Geothermal Lamojang sejak 1970, peternakan (Selandia baru adalah importir kedua terbesar untuk produk daging dan susu), pendidikan (Beasiswa pascasarjana di Selandia Baru, kursus bahasa Inggris, kursus sektor energi terbarukan, pertanian dan kepemimpinan sektor publik.

Melalui jalur ini koneksi antara Selandia Baru dan Indonesia bisa di perkuat untuk memperdalam kerjasama dan hubungan people to people) dan konektivitas (penjajakan untuk menghidupkan layanan penerbangan langsung Garuda Indonesia).

Pertemuan tingkat kepala negara terakhir terjadi saat Presiden Jokowi terakhir bertemu PM Selandia Baru Jacinda Ardern 14 November 2017 yang lalu, di Manila di sela-sela East Asia Summit. Sementara itu, PM Selandia Baru –saat itu dijabat John Key- berkunjung ke Indonesia 17-20 Juli 2016.

Secara umum perdagangan dan investasi mengalami trend positif bagi kedua negara. Data BKPM menunjukkan investasi Selandia Baru meningkat pada pemerintahan Jokowi, walaupun sedikit turun di 2017. Juli 2016 yang lalu, Presiden Jokowi dan PM Selandia Baru Jacinta Ardern sepakat untuk meningkatkan hubungan ketingkat yang lebih tinggi dengan melakukan penjajakan kemitraan komprehensif.

Bagi Selandia Baru, Indonesia adalah mitra dagang ke-13. Bagi Indonesia, Selandia Baru adalah mitra urutan ke 34. Indonesia. Selandia baru adalah investor urutan ke 33 di Indonesia.***

wwwwww