Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
19 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
22 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
22 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
23 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
6
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
5 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Home  /  Berita  /  Badminton

Diduga Cemari Sungai Kerumutan, Dewan Bakal Sidak PT MAS

Diduga Cemari Sungai Kerumutan, Dewan Bakal Sidak PT MAS
Banyak ikan mati ditemukan oleh masyarakat di Sungai Kerumutan, beberapa waktu lalu.
Kamis, 08 Maret 2018 14:12 WIB
Penulis: Farikhin
PELALAWAN - Penasaran dengan laporan masyarakat yang menyatakan Sungai Kerumutan, Desa Tambun, Kecamatan Bandar Petalangan telah tercemar limbah, Komisi II DPRD Pelalawan turun tangan.

Komisi ini bakal melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) PT Makmur Andalan Sawit (MAS) yang berlokasi di Kecamatan Bandar Petalangan.

Diungkapkan Wakil Ketua Komisi II, Baharudin, Kamis (8/3/2018), pihaknya mendapat laporan masyarakat terkait pencemaran sungai yang dilakukan oleh PT MAS dan melakukan tindak lanjut.

"Kita terima laporan dari masyarakat, banyak ikan mati mendadak di Sungai Kerumutan dan sudah terjadi beberapa kali," ungkapnya.

Menurut Baharudin, pihaknya akan melihat langsung sistem pengelolaan limbah PT MAS. Tidak hanya sitem pengolahan limbah, terkait kelengkapan perizinan perusahaan juga akan dipertanyakan.

"Kedatangan kita nanti, untuk memastikan dan melihat pengolahan limbah mereka. Sudah sesuai belum dengan baku mutu limbah cair," tandasnya.

Terkait adanya dugaan pencemaran Sungai Kerumutan oleh PT MAS, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan, Samsul Anwar menegaskan jika pihaknya telah mengambil sampel air Sungai Kerumutan untuk dilakukan uji laboratorium.

"Untuk mengatakan ikan mati karena limbah, itu bukan wewenang kita. Tapi kita sudah mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium kesehatan Pekanbaru dan masih menunggu hasil," paparnya.

Namun yang diketahui oleh DLH Pelalawan, perusahaan telah memiliki tempat pengolahan limbah sendiri. Namun, pihaknya belum bisa memastikan terkait dugaan pencemaran Sungai Kerumutan oleh PT MAS.

"Untuk hasil uji sampel air yang kita kirim ke laboratorium kesehatan Pekanbaru memang belum keluar, tentu kita juga masih menunggu hasilnya," kata Samsul Anwar, dihubungi GoRiau.com. ***

Kategori:PON, Riau, Badminton
wwwwww