Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
13 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
42 menit yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
28 menit yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
4
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Sepakbola
21 menit yang lalu
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
5
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
16 menit yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
9 menit yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton

Awas ! Peredaran Uang Palsu di Medan Kian Meningkat

Awas ! Peredaran Uang Palsu di Medan Kian Meningkat
Jum'at, 09 Maret 2018 12:24 WIB

Medan - Masyarakat di Sumut, terutama di Medan diimbau untuk mewaspadai peredaran uang palsu. Pasalnya, dalam tiga tahun terakhir, Bank Indonesia (BI) mencatat ada kenaikan kasus penemuan uang palsu.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut Arief Budi Santoso mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat pertama kali menerima uang. "Kita perlu meningkatkan kewaspadaan karena saat ini, kemungkinan sindikat pencetak uang palsu yang beroperasi masih banyak," katanya di Medan.

Dia merinci, pada 2015 lalu uang palsu yang beredar mencapai 3.378 lembar, kemudian naik pada 2016 sebanyak 3903 lembar dan naik lagi pada 2017 yang ditemukan sebanyak 5.237 lembar. Sementara, pada tahun ini, hingga Februari 2018 penemuan uang palsu yang beredar sebanyak 866 lembar.

Pada tahun 2015 dan 2016, rupiah yang paling banyak dipalsukan adalah pecahan Rp50.000 yang masing-masing sebesar 53,8% dan 59% dari total penemuan. Sementara pecahan Rp100.000 masing-masing sebesar 42,8% dan 37,6%. Adapun pada 2017, pecahan yang paling banyak dipalsukan adalah Rp100.000 sebesar 57,9% dari total penemuan, sementara pecahan Rp50.000 sebesar 39,2%.

"Sisanya pecahan kecil-kecil mulai dari Rp20.000, Rp10.000 dan Rp5.000," rincinya.

Meski tak memiliki pola yang pasti, peredaran uang palsu tahun ini patur diwaspadai karena hanya pada dua bulan pertama, penemuan kasus uang palsu sudah cukup tinggi. Sebagai perbandingan, pada Januari dan Februari 2017 lalu, penemuan uang palsu baru sebanyak 552 lembar.

Adapun uang palsu yang beredar tersebut merupakan penemuan masyarakat yang diserahkan kepada perbankan dan kepolisian. Ada kemungkinan, uang palsu yang beredar di masyarakat masih cukup tinggi.

"Untuk menekan peredaran uang palsu, saat ini BI terus melalukan sosialisasi mengenai ciri-ciri uang asli serta berkoordinasi dengan perbankan dan penegak hukum," pungkasnya.

Editor:wen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Badminton, Ekonomi
wwwwww