Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton
Terkait Ratusan Ikan yang Ditemukan Mengambang di Sungai Reten

Jika karena Limbah Pabrik, Dewan Inhil Minta Pemkab Cabut Izin PT yang Mencemari Sungai Reteh

Jika karena Limbah Pabrik, Dewan Inhil Minta Pemkab Cabut Izin PT yang Mencemari Sungai Reteh
Ilustrasi (net).
Jum'at, 09 Maret 2018 19:47 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN-Terkait ratusan ikan yang ditemukan mengambang di Sungai Reteh, Anggota DPRD Inhil, Riau pun angkat bicara.

Seperti yang diutarakan Sekretaris Komisi I DPRD Inhil, Muammar kepada GoRiau.com, bahwasanya kejadian ini tidak bisa hanya dipandang sebelah mata.

"Kejadian ditemukannya ikan yang mengambang ini bukan hanya satu kali, BLH pun dari bulan Februari 2018 sudah ambil sampel, tapi sampai sekarang belum ada hasil," ujarnya.

Jika penyebab mabuknya ikan-ikan tersebut adalah limbah dari perusahaan yang beroperasi di Sungai Reteh, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itupun meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhil mengambil sikap tegas.

"Intinya, kalau memang itu limbah. Kita minta melalui rekom BLH, perizinanan harus mencabut izin mereka, karena kejadian ini bukan hanya satu kali," tegasnya.

Dijelaskan Muammar, Sungai Reteh bukan hanya dijadikan tempat mandi oleh warga di sekitar sungai, tapi juga dijadikan tempat menyambung hidup bagi para nelayan.

"Kalau sungai itu tercemar, kemana lagi masyarakat mencari ikan, mandi dan lain sebagainya. Untuk itu kenapa kita menegaskan, harus ada tindak lanjut dari permasalahan ini," tukas Muammar.(adv)

wwwwww