Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
16 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
17 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
24 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton
Berita Khusus Kampanye Pemilihan Gubernur Riau 2018

Ketua Kadin Dumai Ngadu ke Cagub Riau Nomor 1 Tentang Dampak Buruk RTRW yang Belum Disahkan

Ketua Kadin Dumai Ngadu ke Cagub Riau Nomor 1 Tentang Dampak Buruk RTRW yang Belum Disahkan
Cagub Riau nomor 1, Drs H Syamsuar MSi
Sabtu, 10 Maret 2018 22:54 WIB
Penulis: Ira Widana
DUMAI - Tidak kunjung tuntasnya Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau ternyata berimbas besar pada program-porgram strategis daerah. Salah satunya mengenai rencana pembangunan industri baru yang ada di Kota Dumai dan mungkin beberapa daerah lainnya di Riau.

Ketua Kadin Kota Dumai, Syafrudin Atan Wahid juga mengeluhkan hal itu kepada Syamsuar, Calon Gubernur Riau nomor urut 1.  Dengan harapan beliau memperjuangkan pengesahan RTRW Provinsi Riau jika terpilih menjadi Gubernur Riau.

Dikatakan Ketua Kadin Dumai ini, Investor yang datang ke Kota Dumai ini membutuhkan perizinan untuk membuka industri baru. Sementara, untuk perizinan tersebut tergantung kepada RTRW Provinsi Riau. 

"Dampak negatif dari belum disahkannya RTRW ini yang merugikan daerah. Banyak investor yang saya bawa ke kota Dumai ini mengeluhkan soal RTRW Riau," kata Syafrudin berharap Syamsuar menjadi Gubernur Riau dan memperjuangkan ini. 

Dijelaskan Ketua Kadin, Investor ini sudah membeli lahan yang luas untuk membuka industri baru. Namun karena RTRW Riau belum disahkan juga, akhirnya mereka batalkan dan buat di daerah gresik.

Cagub Riau, Drs H Syamsuar MSi menyebutkan masuknya investor di Dumai ini salah satu upaya untuk memajukan Riau. Dan ia komitmen akan memperjuangkan pengesahan RTRW Riau ini untuk meningkatkan investasi di Dumai dan daerag industri lainnya.

"Tentunya jika banyak industri tumbuh di daerah ini, akan membuka lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ada di Dumai. Ini akan masuk dalam PR kami jika dipercaya memimpin Riau," kata Syamsuar.***

wwwwww