Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
15 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
16 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Tank Kostrad Tenggelam di Sungai saat Bawa 16 Siswa PAUD, 1 Anggota TNI dan 1 Guru Tewas

Tank Kostrad Tenggelam di Sungai saat Bawa 16 Siswa PAUD, 1 Anggota TNI dan 1 Guru Tewas
Tank amfibi M113. Tank jenis inilah yang tenggelam saat bawa anak-anak PAUD outbound
Sabtu, 10 Maret 2018 21:07 WIB
PERISTIWA kecelakaan dialami kendaraan lapis baja tank M113 milik TNI AD di Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo, Sabtu (10/3/2018) siang.

Dari informasi yang dihimpun, pemilik akun facebook Cindyana Aulia melalui grup Info Berita Sekitar Purworejo, kecelakaan tersebut melibatkan tank M113 dari Batalyon Infanteri Mekanis 412 Divisi Infanteri 2/Kostrad, yang membawa rombongan anak-anak Pos PAUD Ananda Kelurahan Sindurjan Kecamatan/Kabupaten Purworejo.

Seorang netizen, Herlina Sukmawati menginformasikan bahwa pada Sabtu (10/3/2018) sekitar pukul 10.03 di Yon 412/Mekanis telah melaksanakan latihan outbound anak-anak sekolah di Sungai Bogowonto.


Di antaranya PAUD Ananda terdiri dari 16 anak dan seorang guru.

TK Masitoh terdiri dari 71 anak dan empat guru.

TK Siwi terdiri dari 20 anak dan dua guru.

PAUD Lestari terdiri dari 20 anak dan empat guru.

PAUD Handayani terdiri dari 35 anak.

Sarana yang digunakan adalah tiga unit tank.

Pelaksanaan outbound dibagi menjadi 2 kloter, pada kloter pertama selamat semua.

Namun saat kloter kedua, satu tank kena musibah, tergelincir dan tenggelam sedangkan 2 tank lainnya selamat.

Jumlah penumpang tank : 5 personel TNI, 17 penumpang (16 anak, 1 guru ).

Setelah melihat tank tenggelam beberapa personel 412 yang sedang melaksanakan kegiatan di lap HR langsung menolong.

Sedangkan personel atas nama Pratu Randi Suryadi dan kepala PAUD yang mendampingi siswa Iswandari meninggal dunia.

Kronologis Tank Tenggelam di Sungai Bogowonto

Personel TNI mengevakuasi korban tank tenggelam di Sungai Sungai Bogowonto, Purworejo/facebook.
Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto, angkat bicara terkait kecelakaan alat tempur taktis tank M113 di Purworejo.

Dikatakan Wuryanto, alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang mengalami kecelakaan, hingga menelan dua korban jiwa tersebut merupakan milik Komanda Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

"Itu milik Kostrad, ‎apa yang bisa kita lakukan kita bantu sepenuhnya," kata Wuryanto, kepada Tribun Jateng, Sabtu (9/3/2018).

Bantuan yang diberikan, sambung dia, termasuk proses evakuasi terhadap korban, dan lainnya. Namun, ia enggan untuk menjelaskan lebih detail terkait hal itu, lantaran menurutnya yang berwenang sepenuhnya adalah Kostrad.

"Saya sudah berkomunikasi dengan Kostrad, penjelasan lebih detail dan jelas bisa melalui Kepala Penerangan (Kapen) Kostrad," tandasnya.

Kadispenad TNI AD Brigjen Alfret Denny Tuejeh membenarkan telah terjadi kecelakaan tank yang menyebabkan dua orang meninggal dunia pada Sabtu (10/3/2018).

Saat ini tank sudah berhasil ditarik dari lokasi kejadian di Sungai Bogowonto, Purworejo, Jawa Tengah.

Saat ini tim dari intel Divisi, Pom Divisi bekerja sama dengan Polres dan Satuan Pom setempat, sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini.

"Memang betul ada kejadian itu pada hari Sabtu sekitar jam 10.15. TNI AD sangat menyesalkan kejadian itu dan menyatakan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal," kata Alfret dalam keterangan persnya, Sabtu (10/3/2018).

Sebagai bentuk keprihatinan dari satuan, jelasnya, TNI AD menyatakan duka cita dan akan memberikan santunan kepada keluarga korban, baik anggota (Pratu Randi) maupun Guru TK Ananda, Iswandari.

Editor:Fatih
Sumber:tribun medan
Kategori:Badminton, Olympic, PON
wwwwww