Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
15 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
16 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton
Berita Khusus Kampanye Pemilihan Gubernur Riau 2018

Pasangan AYO Komit Perjuangkan Hak Pedagang dan Bangun Pasar

Pasangan AYO Komit Perjuangkan Hak Pedagang dan Bangun Pasar
Sabtu, 10 Maret 2018 21:48 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Pasangan Arsyadjuliandi Rachman - Suyatno atau yang biasa disingkat AYO mendapat giliran melakukan kampanye dialogis di Pekanbaru Sabtu (10/3/2018). Ini dimanfaatkan calon Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman untuk berdialog dengan sejumlah pedagang di beberapa pasar.

Diantara pasar yang dikunjungi Andi Rachman sapaan akrabnya, pasar Cik Puan yang berada di jalan Tuanku Tambusai kemudian pasar Kodim dan Pasar Sukaramai Jalan Sudirman. 

Andi Rachman yang diusung partai Golkar, PDI Perjuangan dan Hanura ini tiba di pasar tradisional tersebut dengan didampingi sejumlah anggota DPRD Provinsi dan Kota Pekanbaru. Diantara yang mendampingi Ketua DPRD kota Pekanbaru Syahril. 

Banyak keluhan yang diterima Andi Rachman dalam blusukannya ke pasar - pasar tersebut diantaranya permintaan kelanjutan pembangunan pasar Cik Puan dan adanya keluhan pedagang yang harus membayar pungutan di pasar Sukaramai. 

Mahfud seorang pedagang yang mengaku sudah kenal dengan sosok Andi Rachman ini mengeluhkan pengelola yang memungut biaya hingga 35 juta permeter kepada mereka untuk sewa kios yang ditempati pasca terjadinya kebakaran di pasar sukaramai

"Padahal menurut sesuai kesepakatan tidak ada retribusi karena dikembalikan ke Pemko Pekanbaru, kok masih ada yang pungutan," ujar Mahfud kepada Andi. 

Mahfud juga yakin sosok Andi Rachman yang sudah memimpin Riau dan terbukti mengalami perubahan kearah yang lebih baik bisa menuntaskan masalah tersebut. 

"Saya yakin pak Andi Rachman ini peduli dengan pedagang dan kami berharap ini dibantu oleh pasangan AYO, "ujar Mahfud. 

Andi Rachman yang saat itu didampingi Ketua DPRD Syahril langsung menginstruksikan wakil rakyat Kota Pekanbaru tersebut merespon langsung keluhan warga pedagang tersebut. 

"Disinikan ada bersama saya Ketua DPRD Pekanbaru dan langsung nanti ditindaklanjuti ke Pemerintah Kota, karena ini kepentingan pedagang yang harus direncanakan, "ujar Andi Rachman. 

Sedangkan keluhan pedagang Pasar Cik Puan untuk pembangunan pasar, Andi juga mengaku tidak sulit jika Pemko tidak mampu maka harusnya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan akan ada solusi dari Pemerintah Provinsi.

"Dari kita Provinsi kalau itu untuk kepentingan pedagang akan didukung dan jika Kota tidak bisa menjalankan MoU maka Provinsi yang akan jalankan. Kita Komit membantu pedagang, "ujar Andi. 

Ketua DPRD Kota Pekanbaru Syahril berjanji akan menuntaskan keluhan pedagang tersebut dengan melakukan kordinasi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru. 

Setelah itu pihaknya akan mengkonfrontir aduan masyarakat dan pengelola pasar serta meminta alasaan dasar kebijakan retribusi tersebut diambil. 

"Jika aduan masyrakat benar maka retribusi harga lapak ini harus dibatalkan. Tidak bisa ini menyusahkan pedagang, "ujarnya.  (rls)

wwwwww