Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
22 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
22 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
9 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
22 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
6
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
4 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Home  /  Berita  /  Badminton

Zulkifli Hasan: Azan Menetramkan Hati, Permohonan Maaf Menenangkan Ibu Pertiwi

Zulkifli Hasan: Azan Menetramkan Hati, Permohonan Maaf Menenangkan Ibu Pertiwi
Rabu, 04 April 2018 20:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Permohonan maaf Sukmawati Soekarnoputri kepada umat Islam atas puisi kontroversialnya disambut baik oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Ia berharap peristiwa ini tidak menjadi polemik yang berkepanjangan.

"Lantunan azan adalah panggilan kepada umat untuk menentramkan hati sebelum shalat. Semoga permohonan maaf dari mbak Sukmawati menenangkan ibu pertiwi yang gundah dan menyelesaikan polemik yang meresahkan," ujar Zulkfili Hasan.

Terkait dengan adanya laporan masyarakat terhadap Sukmawati ke Kepolisian, ia berpendapat proses hukum harus dihormati dan tidak bisa diintervensi.

"Terlepas dari proses hukum yang sedang terjadi, Mbak Sukmawati kelihatannya sudah menyadari kekeliruannya dan meminta maaf," tandasnya.

"Semoga menjadi pelajaran bagi siapa pun untuk lebih hati-hati dalam bertutur, terutama yang berkaitan dengan hal sensitif seperti agama," lanjut Zulkifli Hasan.***

wwwwww