Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Riau

Lansia yang Tewas di Rumah Besar Jalan Tanjung Datuk Diduga Alami Kekerasan Tumpul di Kepala, Ini Hasil Pemeriksaan RS Bhayangkara

Lansia yang Tewas di Rumah Besar Jalan Tanjung Datuk Diduga Alami Kekerasan Tumpul di Kepala, Ini Hasil Pemeriksaan RS Bhayangkara
Ilustrasi (Int)
Senin, 09 April 2018 18:20 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Penyelidikan masih dilakukan kepolisian, pasca ditemukannya pria berusia 72 tahun bernama Paulus Lawalata dalam kondisi tewas di dalam rumahnya, Jalan Tanjung Datuk Kota Pekanbaru - Riau pada Minggu malam tadi.

Diketahui, hasil pemeriksaan dokter Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Riau menyebutkan, jika Paulus meninggal dunia akibat luka pada bagian kepalanya. Hal ini dituturkan Kasubbid Dokpol Biddokes Polda Riau Kompol Supriyanto.

"Hasil pemeriksaan, ditemukan luka di kepala dan punggung. Yang di punggung berupa luka lecet, dan luka robek di kepalanya. Luka pada kepala ini yang sebabkan korban meninggal dunia," jawabnya saat berbincang dengan GoRiau.com, Senin (9/4/2018).

Luka tersebut, diduga akibat kekerasan tumpul yang dialami korban pada kepala. Sementara lecet yang ditemukan pada punggung, bukan penyebab korban kehilangan nyawanya. "Mekanismenya pendaharan di otak, diduga akibat kekerasan tumpul di kepala," singkatnya.

Selain luka tersebut, tidak ditemukan adanya bekas kekerasan benda tajam pada jasad Paulus, demikian dipastikan oleh Kompol Supriyanto mengakhiri perbincangannya.

Dengan adanya hasil pemeriksaan pihak RS Bhayangkara Polda Riau ini, semakin menguatkan dugaan jika korban meninggal dunia setelah adanya kontak fisik dengan seseorang di dalam rumah besar yang ditinggalinya seorang diri tersebut.

Ditambah pula, diduga sepeda motor jenis matik milik korban turut raib dari rumah. Bagaimana nanti kepastiannya, Polresta Pekanbaru masih melakukan penyelidikan, termasuk meminta keterangan sejumlah saksi.

Saat ditemukan Minggu malam tadi, jasad korban berada di depan kamar lantai dasar rumahnya dengan posisi tertelungkup. Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto menjelaskan, kematian Paulus memang tidak wajar. Sebab itu, jajarannya sedang mendalaminya. ***

Kategori:Beladiri, Riau
wwwwww