Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Yusril Ihza Mahendra: Baju Kotak-kotak Aja Bisa Antar Jokowi Jadi Presiden, Kaos Juga Bisa Dong

Yusril Ihza Mahendra: Baju Kotak-kotak Aja Bisa Antar Jokowi Jadi Presiden, Kaos Juga Bisa Dong
Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra. (Muslikhin/GoNews.co)
Senin, 09 April 2018 18:10 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendara turut berkomentar soal pidato Jokowi di Sukabumi, Jawa Barat yang mengatakan kaos tidak bisa ganti presiden.

Hal ini diungkapkan Jokowi saat menanggapi maraknya aksi gerakan aksi #2019GantiPresiden dan dicetak di baju kaos.

Menurut Yusril Ihza Mahendra, Jokowi tidak boleh boleh memandang remeh gerakan tersebut. Pasalnya kata Yusril, bukan baju atau kaosnya, tapi yang bisa mengganti Presiden adalah rakyat yang memakainya.

"Ingat enggak dulu 2014, baju kotak-kotak aja bisa menghantarkan Jokowi jadi Presiden. Kalau sekarang ada kaos 2019 Ganti Presiden ya bisa jadi juga kan," ujar Yusril saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senayan, Senin (9/4/2018).

Lanjut dia, seharusnya Jokowi tidak mengcounter hal-hal sepele seperti baju dan kaos.

"Banyak masalah yang sedang dialami masyarakat. Harusnya dia fokus ke permasalahan yang menyangkut rakyat," tandasnya.

Yusril juga mengingatkan, gerakan #2019GantiPresiden adalah bentuk aspirasi biasa.

"Itu kan aspirasi masyarakat. Kalau yang dukung Jokowi ya silahkan saja bikin baju kotak-kotak lagi atau bikin kaos tandingan dua periode misalnya, itu sah-sah saja," jelasnya. ***

wwwwww