Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
17 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
16 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Riau

Managemen PT Pertamina Hulu Energi Kampar Abaikan Panggilan Hearing DPRD Pelalawan

Managemen PT Pertamina Hulu Energi Kampar Abaikan Panggilan Hearing DPRD Pelalawan
Rinto S.Sos
Senin, 09 April 2018 16:26 WIB
Penulis: Farikhin
PELALAWAN - Pasca terkuaknya tiga perusahaan kontraktor, tidak terdaftar di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pelalawan, DPRD kembali mengagendakan pertemuan (Hearing) lanjutan.

Apalagi dengan tindak tanduk mencurigakan dari manajemen PT Pertamina Hulu Energi Kampar yang tidak terbuka mengenai jumlah tenaga kerja saat ini.

"Tadi sebenarnya kami jadwalkan pertemuan, tapi mereka minta ditunda," kata anggota Komisi I DPRD Pelalawan, Rinto, kepada GoRiau.com, Senin (9/4/2018).

Menurutnya, pertemuan lanjutan tersebut sedianya untuk meminta penjelasan terkait tiga kontraktor perusahaan yang tidak terdaftar di Disnakertrans Pelalawan.

Perusahaan tersebut yakni, PT Adonara Bhkati Bangsa, PT Marta Teknik dan PT RSI, perusahaan dibidang produksi, keamanan dan transportasi. "Kita minta mereka menjelaskan soal ini," jelasnya.

Selain itu kata Rinto, PT Pertamina Hulu Energi Kampar juga akan diminta penjelasan secara terperinci terkait jumlah tenaga kerja.

"Kita sangat menyayangkan hal ini, karena itu sudah kita jadwalkan melalui Bamus," ujarnya.

Rinto menegaskan, pihaknya akan kembali menjadwalkan ulang pertemuan. "Kita panggil ulang, sampai mereka bisa membuktikan 85 persen tenaga kerja mereka itu tenaga kerja lokal. Seperti kata mereka," pungkas, politisi Golkar.***

Kategori:PON, Riau
wwwwww