Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
16 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
12 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
12 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
8 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
8 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Tim Gulat Indonesia Akan Bertolak ke Bulgaria

Tim Gulat Indonesia Akan Bertolak ke Bulgaria
Selasa, 10 April 2018 22:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Tim Pelatnas Gulat Indonesia yang menjalani penggemblengan selama hampir dua bulan di Icuk Sugiarto Training Camp (ISTC), Cisaat, Sukabumi kembali ke Jakarta, Selasa (10/4/2018). Mereka akan bertolak ke Bulgaria untuk menjalani latihan sekaligus try-out.

Training-camp lanjutan di salah satu negara Eropa Timur yang menjadi kekuatan gulat dunia itu dilakukan hingga pertengahan Juli mendatang. Ini merupakan rangkaian persiapan menuju Asian Games 2018. 

Rencananya mereka akan berangkat  antara 22 dan 23 April mendatang. Menurut keterangan manajer tim Gusti Randa, Timnas Gulat disertai para pelatih dan ofisial lainnya pada Rabu (11/4/2018) besok akan menyambangi Kedutaan Besar Bulgaria untuk pembuatan visa.

“Semoga tak ada kendala, semua diberikan kemudahan,” harap Gusti Randa, yang juga Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) PP PGSI 2018-2022 itu.

Timnas Gulat Indonesia menempa diri di ISTC sejak 27 Februari 2018 lalu. Mereka terdiri dari 18 pegulat, yakni Gaya Grego Roman: Hasan Sidik (Jatim/59 kg), M.Aliansyah (Kaltim/66 kg), Andika Sulaeman (DKI Jakarta/75 kg), Lulut Gilang Saputra (Jatim/85 kg), Ashar Ramadhani (Kaltim/98 kg), Papang Ramadhani (Kaltim/130 kg); Gaya Bebas Putra: Eko Roni Saputra (Kaltim/57 kg), Ardiansyah D (Kaltim/65 kg), Rizky Darmawan (DKI Jakarta/74 kg), Fahriansyah (Kalsel/86 kg), Ronald (Sumsel/97 kg), Dimas Seto A (Jatim/125 kg); Gaya Bebas Putri: Eka Setiawati (Jabar/48 kg), Dewi Ulfa (Kaltim/53 kg), Mutiara Ayuningtyas (Jatim/kelas 58 kg), Dewi Atiya (Jabar/63 kg), Desi Sinta (Banten/69 kg), dan Ridha Wahdaniyati (Kalsel/75 kg).

Rizky Darmawan dan Ronald baru bergabung di Pelatnas Cisaat sepekan terakhir, menggantikan Rendi Aditya Saputra (Kalsel) dan Efriadi (Jambi).

Para pegulat pelatnas bertolak ke Jakarta dengan bus besar, didampingi tiga pelatihnya, Edem Abduraimov, Buyamin Achmad, dan Zulhaidir. Ikut serta pula anggota Bidang Binpres, Hartono, dan tim tes fisik yang sehari sebelumnya menguji kebugaran para pegulat dengan beberapa tes.

Pelatih Fathur Rahman, yang mendampingi Tim Gulat Kadet dan Yunior Indonesia di Kejuaraan ASEAN XI/2018 pekan lalu di Rayong City, Thailand, menunggu di Jakarta  bersama

Mutiara Ayuningtyas. Ayu, sapaan akrab Mutiara, menyumbang satu diantara empat medali emas yang diraih pegulat Indonesia di Thailand Terbuka itu. Mutiara menjadi satu-satunya pegulat pelatnas Asian Games yang diikutkan di kejuaraan tersebut.

Fathur Rahman yang bertindak sebagai manajer-pelatih tim Indonesia, sukses mengantar para pegulatnya membawa pulang empat medali emas, delapan perak dan lima perunggu dari Kejuaraan ASEAN XI/2018 tersebut. *** 


Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, PON, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww