Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
7 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
8 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
13 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Riau

F-Demokrat DPRD Juga Pertanyakan Usulan Pemkab Inhil Naikkan Tarif Parkir, Muslim: Apa Dasarnya, di Daerah Lain Rp2.000 untuk Mobil

F-Demokrat DPRD Juga Pertanyakan Usulan Pemkab Inhil Naikkan Tarif Parkir, Muslim: Apa Dasarnya, di Daerah Lain Rp2.000 untuk Mobil
Ilustrasi kendaraan di parkir.
Rabu, 11 April 2018 12:51 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN-Tidak hanya dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), Fraksi Partai Demokrat DPRD Inhil juga mempertanyakan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang merencakan kenaikan tarif parkir dari Rp1.000 menjadi Rp2.000 untuk sepeda motor.

"Berkenaan dengan kenaikan tarif, apa dasar pertimbangannya karena di daerah-daerah lain mobil jenis Pick Up, Mini Box, Mini Bus, sedan dan sejenisnya masih Rp2.000 dan kendraan roda tiga serta sepeda motor Rp1.000," tanya juru bicara F-Demokrat DPRD Inhil, Muslim saat saat rapat paripurna ke-7 masa persidangan I tahun sidang 2018, Selasa (10/4/2018).

Ia pun mempertanykan pola apa yang digunakan pemerintah dalam menentukan pengelola perparkiran, apakah lelang terbuka atau penunjukan langsung.

"Ruas jalan mana saja dalam wilayah Inhil yang menjadi lokasi retribusi parkir," lanjutnya.

Apalagi, dikatakannya masalah perparkiran di Inhil, khususnya kota Tembilahan menjadi persoalan yang rumit karena tidak tersedianya tempat parkir yang memadai, jalan yang sempit, banyaknya kendraan tidak bermotor seperti becak dan sepeda yang juga memerlukan tempat parkir.

"Pesatnya pertumbuhan kendraan bermotor dan kendraan tidak bermotor yang tidak seimbang dengan pertumbuhan panjang dan luas jalan serta tempat parkir khusus menjadi pemicu macetnya jalanan dalam kota Tembilahan," tukas Muslim.(adv)

Kategori:Metropolitan, Riau
wwwwww