Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
14 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
3
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
18 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
14 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Riau

Gelar Balimau di Pulau Cinta, Pokdarwis Desa Kenidai Minta Jalan 2 Km Diaspal Pemkab Kampar

Gelar Balimau di Pulau Cinta, Pokdarwis Desa Kenidai Minta Jalan 2 Km Diaspal Pemkab Kampar
Rabu, 11 April 2018 20:38 WIB
Penulis: Syawal Jose
BANGKINANG - Popalaritas destinasi wisata alam tepian sungai Pulau Cinta di Dusun Teluk Jering, Desa Kenidai, Kecamatan Tambang, Kampar terus menanjak. Satu bulan sebelum iven balimau, ritual budaya menyambut Ramadan, sudah ada sekitar 7.000 peserta yang akan hadir di kawasan pulau pasir ini.

Hal ini disampaikan lansung oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Teluk Jering Husni Mubarak, saat bertandang ke Bangkinang, Rabu (11/4/2018).

Hanya saja menurut Husni, saat ini infrasturktur jalan sepanjang 2 km menuju ke lokasi kawasan wisata dan bumi perkemahan tersebut sangat tidak memadai. Hampir setengah dari akses utama menuju ke lokasi dalam kondisi sangat buruk. Apalagi akhir-akhir ada belasan ribu kendaraan perbulan yang mendatangi kawasan wisata baru tersebut.

''Maka dengan ini kami bermaksud meminta kepada Pemkab Kampar melalui Dinas Pariwisata untuk melakukan pengaspalan, karena selama ini kami hanya berkoordinasi dengan Dinas ini. Kami berharap, tidakpun diaspal sebelum balimau nanti, setidaknya dilakukan pengerasan. Kami ini menjadi salah satu masukan dan saran yang selalu kami terima dari ribuan pengunjung tiap bulannya,'' sebut Husni.

Ketika ditanya terkait potensi 7.000 peserta balimau di Pulau Cinta yang berada di Dusun tersebut, Husni yakin jumlah itu lebih banyak. Apalagi menurutnya sejauh ini belum ada promosi yang dilakukan Pokdarwis.

Jumlah itu baru dari kelompok dan komunitas yang selama ini sudah menjadi pelanggan Pulau Cinta yang berada di perbatasan Kabupaten Tambang dan Siak Hulu tersebut.

''Yang jelas, sebulan sebelum balimau ini sudah ada 7.000 yang sudah memberikan konfirmasi kepada kami. Kalau berkaca pada hari-hari libur, pengunjung di Pulau Cinta bisa tembus 10 ribu orang. Bahkan saat libur Imlek kemarin pengunjung tembus 12 ribu orang.

Keluhan pengunjung masih sama, akses jalan yang buruk,'' sebut Husni. Terkait data kunjungan dan potensi pengunjung selama balimau nanti, Sekretaris Pokdarwis Dusun Teluk Jering Sawir mengklaim data sangat valid. Terutama angka kunjungan yang sudah mulai mereka catat sejak awal 2017 lalu tersebut.

Kendati dirinya mengaku, metode penghitungan masih sederhana, yaitu dari jumlah kendaraan yang masuk. ''Salah satu kelebihan kami ini kan tidak pernah memungut biaya masuk. Hanya biaya parkir kendaraan, Rp5 ribu untuk mobi dan Rp2 ribu untuk motor, itupun sesuai aturan yang ditetapkan dalam Peraturan Desa (Perdes). Jadi hitungan kami, 1 sepeda motor 2 orang pengunjung dan 1 mobil orang pengunjung. Jumlah itu belum termasuk mahasiswa yang sering kemah, truk terbuka dan bus yang datang yang kadang membawa puluhan orang,'' sebut Sawir.

Terkait keinginan Pokdarwis ini, Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kampar Heri Susanto menyebutkan, pihaknya hanya bisa sebatas menjembatani. Karena soal infrastruktur jalan bukan tupoksi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

''Saya sudah komunikasikan hal ini ke Dinas PUPR,'' terangnya. Sementara itu, Kadis PUPR Kampar Afdal menjelaskan pihaknya tidak bisa serta merta bisa melakukan pengerasan apalagi pengaspalan. Karena perlu penganggaran dan perencanaan. Apalagi itu harus dilakukan dalam waktu satu bulan ke depan atau sebelum balimau.

''Kalau nanti bisa kami perjuangkan lewat APBD Perubahan, karena Musrembang sudah lewat,'' sebut Afdal. Afdal sendiri menyarankan pihak Desa untuk sementara mencarikan cara akses jalan tersebut bisa ditambal sementara menjelang dilakukan pengaspalan. ***

Kategori:Voli, Riau, PON
wwwwww