Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
16 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
13 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
17 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
9 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
5
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
11 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Terdeteksi Pakai 'Tuyul', Driver Gojek Tak Dapat Bonus dan Disuspend

Terdeteksi Pakai Tuyul, Driver Gojek Tak Dapat Bonus dan Disuspend
sorotkulonprogo.com
Rabu, 11 April 2018 09:20 WIB
Penulis: Anita
MEDAN- GoJek tengah mengembangkan sistem yang dapat medeteksi GPS palsu atau aplikasi 'tuyul'. Bagi mitra pengemudi atau driver diminta segera menghapus GPS palsu tersebut.

Vice President (VP) Corporate Communication Go-Jek Michael Say mengatakan, sistem yang dikembangkan untuk memastikan keadilan bagi para mitra driver yang jujur dan bekerja keras membantu jutaan warga Indonesia setiap harinya. Untuk itu, diberikan kesempatan kepada mitra driver segera menghapus aplikasi GPS palsu sebelum mendapat sanksi.


"Driver yang terdeteksi memiliki aplikasi 'tuyul', maka langsung menerima notifikasi melalui smartphone mereka. Notifikasi yang diterima, mengharuskan driver segera menghapus GPS palsu tersebut," ungkap Michael Say saat ditemui di Medan baru-baru ini.

Disebutkan dia, apabila driver tak menghapus GPS palsu selama 7 hari ke depan ketika menerima notifikasi, maka diberikan sanksi tak mendapatkan bonus. Akan tetapi, driver tetap bisa beroperasi.

"Sanksi berikutnya, jika sampai kurun waktu 14 hari tak juga menghapus aplikasi tuyul maka diberi sanksi tegas berupa suspend," cetusnya.

Menurut dia, kebijakan ini menjawab aspirasi mitra driver terkait dengan masalah yang sering mereka hadapi dalam mendapatkan order dari pelanggan. Diharapkan dengan penerapan kebijakan ini, mitra bisa bekerja lebih nyaman demi keluarga mereka.

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini jumlah driver yang terdata di seluruh Indonesia mencapai 1.000 lebih baik itu Go-Car ataupun Go-Ride. Namun begitu, Micahel tak merinci berapa persen yang terdeteksi menggunakan GPS palsu.

"Kalau di Jakarta, Bandung dan Surabaya sudah 80 persen menghapus atau meng-instal ulang GPS palsu. Sedangkan di Medan masih dalam proses pendataan dan akhir bulan ini baru bisa diketahui," pungkasnya.

Editor:Sisie
Kategori:Sumatera Utara, Badminton, Olympic, PON
wwwwww