Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
12 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  PON

Hingga April, Upah Petugas Kebersihan Bireuen Belum Dibayar

Hingga April, Upah Petugas Kebersihan Bireuen Belum Dibayar
Petugas Kebersihan Bireuen istirahat usai melakukan perkerjaannya, namun sejauh ini uapah merek belum juag terbayar hingga April 2018. [Dok GoAceh]
Rabu, 18 April 2018 18:24 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Sedikitnya 233 tenaga kebersihan di Kabupaten Bireuen hingga April 2018 belum juga dibayar pihak pemerintah.

Menurut informasi yang didapat GoAceh dari sejumlah tenaga kebersihan Bireuen mengaku, pihaknya belum juga menerima upah mereka, meski meraka harus bekerja siang malam dengan gaji dibawah upah minimum provinsi (UMP) Aceh.

“Hingga 17 April 2018 upah kami belum kami terima. Biasanya, dibayar melalui buku tabungan masing-masing di Bank Aceh. Tetapi setelah dicek, uapah kami belum juga masuk dan belum juga terbayar dari keuangan Pemkab Bireuen,” sebut seorang tenaga kebersihan Bireuen yang enngan menyebut namanya, Rabu (18/4/2018).

Diakui mereka, belum dibayarnya upah, tentu sangat mempengaruhi dengan kebutuhan keluarga, apa lagi anak-anak kami butuh makan dan sekolah.

“Bila kebutuhan kami sendiri tidak terpenuhi, bagaimana bisa bekerja dengan maksimal,” ujar tenaga kebersihan dari kalangan perempuan.

Menanggapi hal itu, Ismunandar kepada wartawan mengatakan, terlambatnya pembayaran upah petugas kebersihan di Bireuen, dikarenakan administrasi upah mereka belum lengkap di bagian keuangan.

“Kita akan tetap mengupayakan dalam dua hari ini, upah kerja mereka akan segera terbayar, karena kendalanya belum lengkapnya administrasi,” sebutnya.

Disinggung tentang kenaikan upah sesuai UMP, Ismunandar mengatakan  itu berdasarkan Pergub Aceh Nomor 67 tahun 2017 tentang penetapan upah minimum Provinsi Aceh tahun 2018 sebesar Rp2,7 juta perbulan.

“Tapi menyangkut hal ini, tentu perlunya menunggu petunjuk bupati Bireuen,” jelas Ismunandar. ***

Kategori:PON, Voli, Aceh
wwwwww