Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
12 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
13 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Zulhasan: Bumiputera Pengusaha Lokal Pun Bisa Bersaing di Pasar Internasional

Zulhasan: Bumiputera Pengusaha Lokal Pun Bisa Bersaing di Pasar Internasional
Rabu, 18 April 2018 18:30 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
GRESIK - Ketua MPR Zulkifli Hasan meyakini pengusaha bumiputra juga punya kemampuan untuk bersaing secara global.

"Juga bisa menjadi konglomerat," kata Zulhasan, sapaan Zulkifli Hasan ketika berkunjung ke PT Kelola Mina Laut (KML) Rabu (18/4/2018).

KML adalah perusahaan lokal pengelola hasil laut yang sudah mengglobal dengan mengekspor produk ke Jepang, Eropa, dan Amerika.

Perusahaan milik Ir. M. Najikh ini menguasai pangsa pasar daging kepiting di Amerika sebesar 15 persen.

Menurut Zulhasan perusahaan lokal yang dikelola pengusaha pribumi yang profesional ternyata bisa berkembag pesat.

"Dan terbukti memberi manfaat kepada umat," ujar Zulhasan yang juga ketua MPR RI.

MKL mempekerjakan 18 ribu karyawan dan membina 250 nelayan di seluruh Indonesia. Pabrik pusat pengelolaan di kawasan industri Gresik mempekerjakan 2.500 karyawan dan memakai peralatan teknologi canggih.

"Kami juga masuk agroindustri dengan mengekspor edamame ke Jepang," kata CEO MKL, M. Najikh.

Zulhasan memuji kinerja Najikh dan menyebutnya "Al-Mukarrom".

"Pak Najikh ini levelnya sudah Al-Mukarrom karena jasa dan manfaat besar kepada umat," pungkas Zulhasan. ***

wwwwww