Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Garuda Indonesia Tegaskan Tak Tolerir Pelanggaran Aturan Keselamatan Penerbangan
Umum
19 jam yang lalu
Garuda Indonesia Tegaskan Tak Tolerir Pelanggaran Aturan Keselamatan Penerbangan
2
Kondisi Langka, Mahasiswi Cantik Ini Menopause pada Usia 6 Tahun
Kesehatan
17 jam yang lalu
Kondisi Langka, Mahasiswi Cantik Ini Menopause pada Usia 6 Tahun
3
Rasulullah Mengingatkan, Ini 3 Musuh Utama Umat Islam
Umum
19 jam yang lalu
Rasulullah Mengingatkan, Ini 3 Musuh Utama Umat Islam
4
Kemendagri Apresiasi Unjuk Rasa Otsus Papua oleh FMPI dan Dorong Pertemuan Lanjutan
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Kemendagri Apresiasi Unjuk Rasa Otsus Papua oleh FMPI dan Dorong Pertemuan Lanjutan
5
Mahasiswi S2 Tewas Tergantung di Rumah Pacar, Ternyata Tengah Hamil Muda
Peristiwa
18 jam yang lalu
Mahasiswi S2 Tewas Tergantung di Rumah Pacar, Ternyata Tengah Hamil Muda
6
Delapan Warga Lengayang Pesisir Selatan Terinfeksi Corona
Kesehatan
17 jam yang lalu
Delapan Warga Lengayang Pesisir Selatan Terinfeksi Corona
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Meski Akad Nikah Lewat Video Call, MUI Sebut Pernikahan Briptu Nova Sah

Meski Akad Nikah Lewat Video Call, MUI Sebut Pernikahan Briptu Nova Sah
Selasa, 01 Mei 2018 10:00 WIB
JAKARTA - Seorang anggota polwan, Briptu Nova terpaksa menjalani proses akad nikah melalui video call. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan akad nikah tersebut sah meski Nova tidak berada di lokasi.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Asrorun Niam mengatakan dalam proses akad nikah calon mempelai wanita tak perlu berada di samping calon mempelai pria. Yang terpenting selain calon mempelai laki-laki yakni wali nikah, dua saksi, dan dan shighat (pernyataan) akad.

"Dengan demikian aqdun nikah yang dilakukan antara wali, dalam hal ini ayahnya Nova dengan mempelai laki-laki dan adanya sejumlah saksi, itu sah sepanjang syarat dan rukunnya nikah terpenuhi," kata Asrorun, Minggu (29/4/2018).

Asrorun merasa MUI tak perlu mengeluarkan fatwa mengenai sah atau tidaknya akad nikah seperti yang dialami Nova. Eks Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) itu menilai masyarakat sudah memahaminya.

"Ya, hal itu sebenarnya secara fiqih sudah seharusnya dipahami bahwa kehadiran calon mempelai perempuan itu bukan suatu keharusan dalam sebuah profesi pernikahan. Makanya menjadi sah," terang Asrorun.

Asrorun juga mengucapkan selamat kepada Nova atas pernikahannya. Dia pun mengapresiasi sikap Polri karena memberikan keleluasaan kepada Nova untuk menyaksikan akad nikah dan hadir dalam resepsi.

"Ini sekaligus pelajaran bahwa tugas tidak menghalangi untuk melangsungkan pernikahan. Ini sekaligus pelajaran bahwa tugas tidak menghalangi untuk melangsungkan pernikahan. Langkah Polri yang memberikan fasilitasi dan izin pernikahan serta respsi pernikahan juga perlu diapresiasi dan perlu dicontoh" papar Asrorun. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa, DKI Jakarta, Kalimantan Barat

wwwwww