Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
24 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Sukseskan Asian Games 2018, INASGOC Libatkan Mahasiswa Lewat Kompetisi Film Pendek

Sukseskan Asian Games 2018, INASGOC Libatkan Mahasiswa Lewat Kompetisi Film Pendek
Sabtu, 12 Mei 2018 20:33 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dalam rangka meningkatkan keterlibatan mahasiswa/i untuk menyukseskan Asian Games 2018, Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) bekerjasama dengan mitra pelaksana broadcaster Asian Games mengadakan kompetisi film pendek dalam kegiatan Broadcast Legacy Program.

Kompetisi yang bertajuk "Vignette Competition" atau kompetisi membuat cuplikan film ini diikuti oleh para mahasiswa dari 10 universitas terpilih untuk membuat film pendek.

Joko Anwar, Sutradara, mengatakan bahwa kompetisi short film selalu berguna untuk mencari bakat baru di dunia perfilman. Pekerja-pekerja film baru yang memiliki skill sangat dibutuhkan di industry karena saat ini industri film Indonesia sedang defisit kru.

"Yang penting selain inisiatif juga adalah bagaimana bisa membuat lebih banyak pembuat film yang ikut kompetisi ini. Sehingga benar-benar bisa jadi ajang showcase talenta baru," kata Joko. 

Dalam kompetisi ini, Panitia Pelaksana telah menyediakan empat tema yakni Unity in Diversity, Energy of Asia, The World is Watching, dan Preparing for Triumph. Masing – masing tema dapat dipilih oleh para peserta lomba sebagai tema dasar film pendek yang akan mereka buat. Tentunya tema – tema ini memiliki ciri tersendiri. 

Unity in Diversity, misalnya lebih memaparkan mengenai perbedaan dan keindahan Indonesia serta memperlihatkan lokasi terbaik Indonesia seperti flora dan fauna, laut, sejarah, tradisi, musik, dan hutan.

Tema kedua, Energy of Triumph, lebih menceritakan mengenai pesta olahraga spesial yang diadakan untuk masyarakat lokal. The World is Watching yang menjadi tema ketiga, merupakan tema mengenai suatu multi-event olahraga yang akan disaksikan oleh seluruh dunia. Preparing for Triumph yang merupakan tema keempat menceritakan tentang acara olahraga yang dapat menyatukan kebersamaan manusia.

"Film ini tidak harus dibebani dengan misi untuk menggugah, tapi cukup dibuat dengan storytelling yang baik dengan bantuan teknis maupun estetika. Storytelling yang baik akan membantu mencapai pembuatan film pendek tersebut," tambah Joko Anwar ketika dihubungi.

Selanjutnya, para peserta akan terlibat dalam Asian Games 18 untuk membantu tim broadcast selama perhelatan berlangsung. Pemenang Grand Prize Kompetisi 'Vignette' film pendek ini adalah kelompok Iseng-iseng dari Universitas BINUS.

Iseng – iseng beranggotakan Obelia Simone, Diandra Pramestisari Pololessy, dan Sufyan Tsaurie. Kelompok ini terinspirasi dengan semangat Asian Games pada tahun 1962 yang ingin dibawa pada Asian Games 2018.

Erick Thohir, Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 menjelaskan bahwa dengan interaksi dan kolaborasi bersama seluruh pelaku broadcaster yang telah mendunia dan akan bekerja di Asian Games ke-18 ini, kami berharap banyak generasi muda Indonesiayabg dapat mengembangkan karir di industri siaran olahraga Asia dan dunia serta Asian Games 18 meninggalkan legacy kepada generasi muda Indonesia. 

"Lebih membanggakan lagi, pemenang dari kompetisi akan diberangkakan ke London untuk belajar di National Film and Television School dan akan diajak meninjau lokasi produksi dari mitra pelaksana broadcaster Asian Games," tutup Erick.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Voli, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww