Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
24 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
17 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
19 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
16 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
19 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Basarah: Pisahkan Dakwah Politik Keumatan dari Politik Praktis

Basarah: Pisahkan Dakwah Politik Keumatan dari Politik Praktis
Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah. (Istimewa)
Minggu, 13 Mei 2018 21:48 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
SURABAYA - MPR RI dan Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur mengadakan kerjasama Sosialisasi Empat Pilar yang dirangkai dengan Pelatihan Mubaligh Moderat di Hotel Tanjung, di Surabaya.

Peserta pelatihan berasal dari perwakilan 38 Cabang Pemuda Muhammadiyah se-Jawa Timur, Sabtu (12/5).

Acara dihadiri Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah dan Pengurus Pusat Pemuda Muhamadiyah Muhammad Sukron.

Dalam ceramahnya, Basarah mengatakan dakwah keumatan penting untuk dilakukan pemuka agama, apapun agamanya.

Karena setiap agama pasti mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi umat dan bangsanya sendiri.

Tetapi kata dia, yang harus diingat adalah jangan sampai mempolitisasi ayat-ayat kitab suci hanya demi  tujuan politik praktis atau untuk merebut kekuasaan politik semata. "Untuk itulah UU Pemilu dan UU Pilkada melarang politik praktis dilakukan di rumah-rumah ibadah," ujarnya.

Basarah melanjutkan "Dakwah politik disini adalah politik sebagaimana pernah dikatakan Gus Dur yakni sebagai sesuatu yang mulia karena memperjuangkan nasib orang banyak. Justru kalau orang-orang baik tidak mau berpolitik maka dunia politik akan dikuasai orang-orang jahat yang akan merusak negara. Namun, harus diingat dakwah politik disini adalah dakwah keumatan dan kebangsaan. Bukan politik praktis atau politik kekuasaan," lanjutnya.

Jika memang niatnya berdakwah untuk politik praktis, hendaknya tidak membohongi umat dengan menggunakan jubah atau dalil-dalil agama tetapi langsung saja bergabung dengan partai politik sehingga dapat secara leluasa menyampaikan sikap-sikap dan kepentingan politiknya.

Politisasi agama hanya akan memecah belah persatuan bangsa jika yang menggunakannya hanya untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya apalagi dengan menghalalkan segala cara seperti mempolitisasi isu SARA.

"Bagi saya, Islam terlalu mulia jadi janganlah direndahkan hanya menjadi alat untuk merebut kekuasaan politik praktis semata," ujar Pendiri Baitul Muslimin Indonesia itu.

Untuk itulah pelatihan Mubaligh Moderat Muhammadiyah yang dilaksanakan oleh Pengurus Wilayah Pemuda Muhamadiyah Jawa Timur ini menemukan relevansinya di tengah-tengah fenomena politisasi agama dalam Pilkada di Indonesia.

Basarah mengharapkan agar dakwah yang diperjuangkan oleh kader-kader Pemuda Muhamadiyah akan bernuansa dakwah politik keumatan dan kebangsaan yang menyejukkan serta senantiasa memperkukuh ukhuwah Islamyah, Wathoniyah dan Basariah.

"Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, jika semua mubaligh menyiarkan kedamaian dan kesejukan maka citra Islam dan umat Islam Indonesia di mata umat beragama yang lain akan semakin simpatik. Hal itu tentu sangat baik bagi perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia internasional," pungkas Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan ini.***

wwwwww