Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
15 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
12 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
11 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
8 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
8 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Ditanya Ketahanan Pangan, Sihar Dorong Penerapan Analisis Resource Base

Ditanya Ketahanan Pangan, Sihar Dorong Penerapan Analisis Resource Base
Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus menjawab pertanyaan saat acara debat publik kedua yang digelar KPU Sumut di Hotel Adi Mulya, Sabtu malam (12/5)
Minggu, 13 Mei 2018 20:38 WIB
Penulis: Rel
MEDAN - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara, Sihar Sitorus berkeinginan mendorong petani untuk membentuk kekuatan yang bertujuan pengimplementasian peran penting petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan.

Ini dikatakan Sihar saat menjawab pertanyaan pada saat debat publik kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara di Ballroom Hotel Adi Mulia, Medan, Sabtu (12/5/2018) malam. Di mana, pertanyaan tersebut soal Sumut yang memiliki potensi lahan pertanian tanaman pangan, holtikultura, dan perkebunan yang cukup besar. Namun, belum berdaulat di bidang pangan.

Di mana masing-masing cawagub diminta tanggapan langkah konkret mempercepat kedaulatan pangan. Apakah harus disokong dengan pangan impor.

“Ini untuk menyikapi permasalahan yang dihadapi petani. Alangkah baiknya petani membentuk kelompok tani dan gabungan kelompok tani yang akan memberikan beginning power. Untuk mendapatkan pemasaran, biaya bersama, dan juga permasalahan-permasalahan lain yang sering dihadapi, termasuk subsidi pupuk dan alat pertanian lainnya,” ujar Sihar.

Pendamping Cagub Djarot Saiful Hidayat itu mengakui, permasalahan ketahanan pangan di Sumut memiliki beberapa kelemahan. Antara lain, minimnya penangkaran benih, minimnya pengetahuan tentang agronomi dan juga ketrampilan dari petani untuk menyesuaikan dari cara tradisional ke cara modern.

“Permasalahan di Sumut harus dilihat per regional-regional dan memikirkan cara yang progresif,” tutur pria berkacamata itu.

“Kita akan gunakan analisis resource base untuk mengetahui apa potensi di timur, yang sifatnya dataran rendah, juga potensi barat. Kemudian dataran tinggi, yang lebih cocok untuk tanaman tertentu. Maka kita perlu, meninjau ulang strategi ketahanan pangan kita,” aku paslon yang diusung PDI Perjuangan dan PPP itu.

Di sisi lain, lanjut Sihar, sepatutnya pemerintah Kab/Kota juga mengambil peran menilik potensi besar yang dimiliki dalam hal ketahanan pangan ini. Karena, ia menilai, adanya ketimpangan pangan, diantara wilayah timur, tengah, barat di Sumut.

“Sehingga masing-masing wilayah dapat menumbuhkan potensi dari pangannya. Misalnya dataran tinggi, ada kopi, kemenyan, teh, dan banyak lagi. Saat ini semuanya tersebar, tapi tidak memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Karena adanya kelemahan dalam infrastruktur, dan pemasaran,” pungkasnya. ***

Editor:Wen
Kategori:Sumatera Utara, Metropolitan
wwwwww