Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
17 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
15 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
11 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
12 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
19 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Badminton

Ketua DPD: Tak Ada Satupun Agama Mengajarkan Aksi Teror, Kita Kutuk Keras Bom Surabaya

Ketua DPD: Tak Ada Satupun Agama Mengajarkan Aksi Teror, Kita Kutuk Keras Bom Surabaya
Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang. (GoNews.co/Muslikhin)
Minggu, 13 Mei 2018 22:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta mengutuk aksi teror bom di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Menurutnya, ledakan bom di saat umat melaksanakan ibadah merupakan tidakan terkutuk yang tidak dibenarkan oleh ajaran agama apapun.

"Teror tersebut merupakan tragedi kemanusiaan, sekaligus serangan terhadap hak asasi manusia. DPD mengutuk dan mendorong aparat penegak hukum untuk segera mengusut tragedi kemanusian itu," kata Oesman Sapta di Jakarta, Minggu (13/5).

Ia meminta, rangkaian aksi teror mulai dari serangan di markas komando (Mako) Brimob dan sejumlah ledakan di Surabaya menjadi pelajaran berharga aparat keamanan.

Lanjut OSO, jangan sampai terjadi serangan serupa terjadi di daerah lain dan menimbulkan lebih banyak korban jiwa.

"Rasanya tidak berlebihan kalau saya menyebut rangkaian peristiwa ini 'darurat teror'. Aparat keamanan dan masyarakat diseluruh daerah harus bersatu untuk memerangi situasi ini. Menjaga bangsa kita," ujar pria yang akrab disapa OSO itu.

OSO menegaskan, upaya pemberantasan teror bukan sekadar tanggung jawab aparat keamanan. Menurutnya, masyarakat juga berperan besar dalam memerangi aksi tersebut, karena para teroris tidak bisa lari dari kehidupan sosial di tengah masyarakat.

"Jika melihat sesuatu yang mencurigakan, laporkan ke aparat keamanan atau penegak hukum. Terorisme tidak bisa kita selesaikan, jika masing-masing elemen bangsa saling mengandalkan," tegas Senator asal Kalimantan Barat (Kalbar) itu.***

wwwwww