Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Begini Kesalnya Edy Saat Warga Antre Berobat

Begini Kesalnya Edy Saat Warga Antre Berobat
Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi berbincang dengan masyarakat yang mengantri lama berobat di Puskesmas.
Senin, 14 Mei 2018 17:19 WIB
Penulis: Rel
MEDAN - Usai mengunjungi Pasar Pagi Labuhan, calon Gubernur Sumut nomor urut 1 Edy Rahmayadi langsung melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Masjid Raya Al Osmani Medan Labuhan.

Namun sebelum tiba di Masjid peninggalan Raja Deli Ketujuh, Sultan Osman Perkasa Alam untuk melaksanakan Sholat Dhuha, langkahnya terhenti tepat di depan UPT Puskesmas Pekan Labuhan Jalan Kl Yos Sudarso Km 18,5. Dari pingir jalan, sorot matanya tajam mengarah ke kerumunan masyarakat yang sedang duduk di kursi yang akhirnya diketahui sedang antre berobat.

"Ini sedang nunggu antrean berobat Pak," ujar salah seorang pasien bernama Purnama Isabela menjawab pertanyaan Edy yang datang menghampiri.

Gerah karena banyaknya pasien tak mengantre, mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ini langsung bertanya kepada salah seorang pegawai Puskesmas.

"Bapak Ibu ini lama mengantri, apa karena tidak ada dokternya. Mana dokternya saya mau ngomong. Kasihan ini masyarakat mau berobat tapi tidak terlayani," tanya Edy.

Mendengar perkataan Edy, pegawai wanita itu langsung menjawab kalau dokter ada di dalam kantor.

"Ada di dalam Pak, namanya Dokter Edi. Sebenarnya ada tiga, tapi dokter lain ada kegiatan upacara," ujarnya.

Mendengar ucapan si pegawai puskesmas tersebut, Edy pun semakin tegas meminta agar dirinya bisa berjumpa dengan dokter Edi.

"Tolong panggilkan saya mau jumpa. Bagaimana masyarakat bisa terlayani dengan baik kalau dokternya saja tak di tempat. Kalau urusan upacara atau rapat itu nomor tiga. Nomor satu itu pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat ini harus terlayani dengan sebaik-baiknya," tegas Edy.

Persoalan buruknya pelayanan, diakui Edy merupakan salah satu pekerjaan rumah yang harus mendapat perhatian serius bagi pemerintah. Buruknya mental dan pelayanan pekerja medis diakui Edy menjadi penyebab banyak masyarakat berobat keluar negeri.

"Makanya kalau kita liat masyarakat kita yang punya uang lebih memilih berobat keluar negeri karena mereka mendapat pelayanan yang baik disana. Tapi kalau masyarakat kita yang kurang beruntung secara finansial hanya mengandalkan BPJS, atau ke Puskesmas. Udah begitu, sampai ke sini tak ada pula dokternya. Sekali lagi saya mohon layananilah masyarakat kita ini sebaik-baiknya," pungkasnya.

Usai menyampaikan harapannya kepada Dokter Edi agar mereka bekerja sebaik-baiknya memberikan pelayanan kepada masyarakat, Edy pun pamit untuk melanjutkan perjalanannya ke Masjid Raya Al Osmani Medan Labuhan.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Olympic, PON
wwwwww