Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Hercules Pembunuh Satpam ALS Divonis 13 Tahun Penjara

Hercules Pembunuh Satpam ALS Divonis 13 Tahun Penjara
Senin, 14 Mei 2018 20:13 WIB
Penulis: Indra BB
MEDAN - Keluarga Korban histeris mendengar vonis Manatap Sihombing alias Hercules, terdakwa pembunuhan satpam bus Antar Lintas Sumatera (ALS), Andri Adnan yang hanya divonis selama 13 tahun penjara.

Hakim menilai terdakwa bersalah terbukti melanggar Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan.

"Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Manatap Sihombing alias Hercules selama 13 tahun," ujar Ketua Majelis Hakim, Janverson Sinaga dalam sidang yang digelar di ruang Cakra Utama, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (14/5/2018) sore.

Istri korban langsung histeris saat vonis diberikan hakim kepada terdakwa. Dia menganggap hukuman itu belum setimpal dengan nyawa suaminya yang terbunuh.

"Mana keadilan di negeri ini. Kami mau keadilan," teriaknya sembari digiring keluar gedung PN Medan oleh petugas keamanan.

Menanggapi putusan tersebut, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marthias yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 15 tahun penjara menyatakan pikir-pikir.

Sekadar mengetahui, sesuai dengan dakwaan jaksa menyebutkan, terdakwa membunuh korban di Jln. SM Raja, Kec. Medan Amplas, tepatnya di depan loket bus ALS pada Oktober 2017 lalu. Pembunuhan itu dilatarbelakangi karena terdakwa bersama istrinya dilarang membuka kios jualan di depan loket bus ALS.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Beladiri, Olympic, PON
wwwwww