Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
22 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
16 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
16 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
15 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton

Ijeck Hadiri Launching Film 'Selembar Itu Berarti'

Ijeck Hadiri Launching Film Selembar Itu Berarti
Minggu, 20 Mei 2018 13:51 WIB
Penulis: Rel
MEDAN - Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah menghadiri acara peluncuran film berjudul Selembar Itu Berarti, di Merdeka Walk, Jalan Balai Kota, Medan, Sabtu (19/5/2018). Diketahui film tersebut adalah karya sineas lokal, yang awaki oleh lima anak muda kreatif Kota Medan.

Ijeck mengungkapkan film tersebut patut diapresiasi. Karena mulai dari kru hingga pemainnya berasal dari Sumatera Utara. Dengan mengambil tema pendidikan, ia berharap film tersebut bisa memberikan makna bagi seluruh masyarakat.

"Semoga film ini juga bisa membuat pemerintah semakin memperhatikan masyarakat kita yang kurang mampu, tapi mempunyai semangat untuk dapat bersekolah," ujar pria yang akrab disapa Ijeck itu.

Melihat karya dari sineas lokal seperi ini, Ijeck juga berharap nantinya ekonomi kreatif masyarakat harus berkembang. Ia mengungkapkan, perkembangan ekonomi kreatif merupakan salah satu program yang akan diperhatikannya. Nantinya, ia memiliki rencana untuk membangun sarana dan prasarana tempat berkumpulnya penggerak ekonomi kreatif.

"Karena tanpa dukungan dari banyak pihak terutama pemerintah, perkembangannya akan sulit. Jika kita bersama membangunnya, maka akan lebih mudah mendapatkan kesuksesan," katanya.

Berdasarkan keterangan sutradara Dedy Arliansyah Siregar, film yang dibuatnya ini mengusung tema pendidikan. Ia menjelaskan, film yang rampung tahun 2015 tersebut, memakan waktu pembuatan selama dua minggu.

Ketika ditanya alasannya memilih tema tersebut, ia mengatakan dirinya ingin memberikan perhatian dan motivasi kepada setiap orang. Agar dengan kondisi apapun, pendidikan harus diperjuangkan.

"Awalnya karena saya itu idealis, dan saya ingin film ini betul-betul ditonton oleh seluruh kalangan. Saya juga ingin buat film yang antimainstream," ujar Dedy.

Melalui film tersebut, ia juga berharap perhatian dari pemerintah khususnya pendidikan dapat merata. Karena seperti keadaan saat ini, ketimpangan dari segi apapun masih dirasakan oleh masyarakat.

Ia juga berharap kepada pemerintah daerah, untuk dapat memberikan perhatiannya kepada sineas-sineas lokal. Karena berdasarkan pengakuannya, seniman asal Sumut sangat banyak. Dan ia juga telah membuktikan bahwa karya sineas lokal patut diapresiasi, dengan berhasilnya film tersebut membawa pulang dua rekor MURI sebagai film paling banyak ditonton sebelum launching.

"Harapannya agar para sineas dapat didengar oleh pemerintah. Selain itu dukungan moral dengan datang saat kita ngadain acara. Terbukti kita dapat dua rekor MURI, pertama kategori sutradara dengan jabatan terbanyak, dan penonton terbanyak sebelum film tayang," ucapnya.

Editor:Fatih
Kategori:PON, Olympic, Badminton, Sumatera Utara
wwwwww