Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Badminton

Komisi I DPRD Inhil Minta OPD Lebih Tegas ke Perusahaan yang Kehadirannya Merugikan Petani

Komisi I DPRD Inhil Minta OPD Lebih Tegas ke Perusahaan yang Kehadirannya Merugikan Petani
Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said.
Senin, 21 Mei 2018 14:31 WIB
TEMBILAHAN-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil memalui Perangkat Daerah terkait agar dapat lebih tegas terhadap perusahaan yang berinvestasi di Inhil yang kehadirannya justru merugikan petani kelapa.

Dari beberapa kasus yang terjadi, kehadiran perusahaan khususnya disektor perkebunan justru membuat masyarakat menderita. Seperti terjadinya konflik lahan serta serangan hama kumbang yang diakibatkan adanya aktivitas perusahaan.

"Selama ini perusahaan hanya memberikan iming-iming dan janji manis diawal kerjasama kepada masyarakat. Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat kembali dirugikan dengan perjanjian kerjasama yang tidak jelas," ungkap Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said, pada rapat dengar pendapat yang digelar senin (14/5/2018).

Permasalahan yang timbul seperti serangan hama kumbang, Perusahaan enggan untuk bertanggung jawab. Jikapun perusahaan melakukan pencegahan dan pembasmian hama kumbang, itupun dilakukan tidak dengan keseriusan.

"Hari ini kita minta kepada pemerintah untuk tegas kepada perusahaan yang hanya memberikan janji manis kepada masyarakat," tegasnya.

Lebih dari itu, ia pun menyarankan agar izin perusahaan yang bermasalah untuk segera dicabut dan tidak lagi berinvestasi di Inhil. Karena seharusnya kehadiran perusahaan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, bukan sebaliknya menyengsarakan masyarakat.

"Yang terpenting saat ini adalah tim pengendali hama kumbang itu, sudahlah saat ini keadaan kelapa masyarakat dalam keadaan sakit, jangan ditambah lagi dengan persoalan hama kumbang yang menambah penderitaan masyarakat," imbuhnya.(adv)

Editor:Rida Ayu Agustina
Kategori:Metropolitan, Riau, Badminton
wwwwww