Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
15 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Voli

Perjalanan Dinas Luar Daerah DPRK Dituding Tak Berdampak Positif Bagi Masyarakat

Perjalanan Dinas Luar Daerah DPRK Dituding Tak Berdampak Positif Bagi Masyarakat
Kamis, 24 Mei 2018 19:53 WIB
Penulis: Jupri
KUTACANE - Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Lembaga anti korupsi (Lankar) Aceh Tenggara menuding sebahagian besar perjalanan dinas luar daerah anggota DPRK Aceh Tenggara dirasakan tak berdampak positif bagi kepentingan masyarakat luas di Agara.

Padahal anggaran yang digelontorkan untuk perjalanan dinas luar daerah bagi anggota DPRK Agara itu sangat fantastis hingga miliaran rupiah setiap tahunnya.

''Bahkan hampir beberapa pekan ada saja anggota dewan yang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. Sementara, hasil dari perjalanan dinas itu belum signfikan bagi kepentingan masyarakat,'' kata ketua LSM Lankar Nawi Sekedang kepada GoAceh Kamis (24/5/2018).

Ditegaskan Nawi, dinas luar para wakil rakyat pada prinsipnya harus merujuk pada kepentingan publik/masyarakat yang bersifat urgen. Namun, penelusuran dan amatan yang ada, kunjungan tersebut justru berbanding terbalik pada kinerja dewan.

''Sebab dikhwatirkan perjalanan dinas tersebut hanya sekedar jalan-jalan atau pelisiran menggunakan uang rakyat dengan menginap di beberapa hotel di kota besar. Bahkan ironisnya, ada indikasi daerah tujuan ditentukan sendiri oleh angota dewan bersangkutan. Semakin jauh daerah tujuan tentu akan semakin besar anggarannya,'' jelas pegiat LSM itu.

Maraknya perjalanan dinas dewan, lanjut dia, juga berpengaruh terhadap agenda pembahasan di DPRD. Kerap kali gedung yang katanya rumah wakil rakyat itu sepi dan tak ada dewan jika pun ada karena sesuatu agenda," tukas Nawi.

Diharapkan kedepan pengawasan penggunaan anggaran dewan harus diperketat, termasuk pelampiran berita acara hasil perjalanan dinas sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Kunjungan keluar daerah jangan dipertanggungjawabkan hanya dengan bill hotel, tiket pesawat atau lainnya. Pengawasan melekat diharapkan dapat mencegah adanya tindak pidana korupsi di lingkungan wakil rakyat tersebut.

''Apalagi polemik perjalanan dinas di DPRK Aceh Tenggara telah menuai masalah hukum pada tahun 2014-2015 dan kini telah diproses hukum,'' pungkas Nawi.

Secara terpisah Sekwan DPRK Agara Wahyuddin Pelis dihubungi GoAceh via selulernya Kamis (24/5) mengatakan, memang daerah tujuan dalam perjalanan dinas luar daerah itu yang menentukannya anggota dewan tersebut, sebab itu haknya. Tetapi menyangkut hasil dari kunjungan kerja luar daerah itu sebaiknya tanyakan saja langsung kepada anggota dewan saja," ujar Wahyu singkat.

Sementara itu ketua DPRK Agara Irwandi Desky dihubungi beberapa kali via selulernya pada Kamis (24/5) Hp nya dalam keadaan tidak aktif. ***

Kategori:Voli, Aceh
wwwwww