Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
17 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
13 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
13 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
9 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
9 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Waduh... Puluhan Warga Bogor Keracunan Keong Sawah

Waduh... Puluhan Warga Bogor Keracunan Keong Sawah
Minggu, 27 Mei 2018 01:54 WIB
BOGOR - Sebanyak 62 orang warga Kampung Sawah Kota Bogor menderita keracunan tutut alias keong sawah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah mengatakan peristiwa keracunan tutut atau keong sawah di Kota Bogor merupakan kejadian luar biasa (KLB).

"Iya keracunan warga RW 7, dari RT 1 - RT 5, mudah-mudahan tidak bertambah, karena tadi pagi masih bertambah. Kita sudah melayani semaksimal mungkin kita tangani kalau bisa ditangani di puskesmas dirawat di puskesmas, kalau perlu rujukan kita rujuk," katanya saat mengunjungi pasien korban ke racunanan di RSUD Kota Bogor, Sabtu (26/5/2018).

Untuk mengetahui indikasi dan dugaan penyebab keracunan, Dinkes Kota Bogor pun mengambil beberapa sample.

Nantinya sample tersebut akan diuji lab untuk mengetahui penyebab keracunan massal di Kampung Sawah.

"Dugaan sementara kita masih mencari tahu, tim lagi turun ke lapangan, tim sedang mengambil sample-sample, BAB, keong di rumah penjual, sample air, karena kita juga tidak bisa mengabaikan kandungan air bersihnya," katanya.

Rubeah menjelaskan, tutut atau keong merupakan makanan yang memiliki protein yang tinggi.

"Tutut itu makanan yang mengandung protein yang tinggi, jadi setelah diolah tidak boleh dikonsumsi lebih dari enam jam, kalau lebih dari enam jam itu sudah beracun," ucapnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:tribunews
Kategori:Badminton, PON, Olympic, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww