Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
24 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
17 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
19 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
16 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
18 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Riau

2018, Luas Lahan Terbakar di Riau Meningkat Hampir 60 Persen

2018, Luas Lahan Terbakar di Riau Meningkat Hampir 60 Persen
Ilustrasi. (Internet)
Selasa, 29 Mei 2018 15:26 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mengakui, bahwa luas lahan di Riau yang hangus terbakar jumlahnya meningkat hampir 60 persen dibandingkan periode Januari-Mei yang sama dari tahun lalu.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Riau, Edwar Sanger menguraikan, bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda beberapa daerah di Provinsi Riau selama periode Januari hingga Mei 2018, telah menghanguskan lahan seluas 1.870,96 hektare. Sedangkan periode tahun lalu, yakni Januari-Mei 2017 hanya seluas 336,20 hektare.

"Kalau dibandingkan tahun lalu, memang hampir 60 sampai 80 persen jumlah lahan terbakar di Riau meningkat. Sebab, bulan Januari dan Februari lalu kita belum menetapkan status. Makanya saat ada kebakaran di Kepulauan Meranti, kita susah," urai Kalaksa BPBD Riau ini di Pekanbaru, Selasa (29/5/2018).

Tahun ini, lanjut Edwar, Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi daerah paling rawan karhutla. Yang mana, Kepulauan Meranti merupakan daerah terluas yang lahannya terbakar mencapai 896,61 hektare dari total keseluruhan seluas 1.870,96 hektare.

"Jadi lahan di Meranti itu paling rawan terbakar. Posisi kedua ada Bengkalis yang lahannya terbakar seluas 345,5 hektare, dan Indragiri Hulu (Inhu) seluas 128,5 hektare," jelas mantan Pj Walikota Pekanbaru ini lagi.

Untuk mengantisipasi karhutla meluas, enam kabupaten dan kota yang ada di Riau pun telah menetapkan status siaga darurat karhutla yaitu Inhil, Bengkalis, Pelalawan, Inhu, Rokan Hilir (Rohil) dan Kota Dumai.

"Kalau sudah ada dua daerah saja yang menetapkan status, provinsi langsung menetapkan status juga," ucapnya.

Untuk di provinsi, status siaga darurat karhutla sendiri diperpanjang hingga 30 November 2018 mendatang. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww