2018, Luas Lahan Terbakar di Riau Meningkat Hampir 60 Persen
![]() |
| Ilustrasi. (Internet) |
Penulis: Ratna Sari Dewi
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Riau, Edwar Sanger menguraikan, bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda beberapa daerah di Provinsi Riau selama periode Januari hingga Mei 2018, telah menghanguskan lahan seluas 1.870,96 hektare. Sedangkan periode tahun lalu, yakni Januari-Mei 2017 hanya seluas 336,20 hektare.
"Kalau dibandingkan tahun lalu, memang hampir 60 sampai 80 persen jumlah lahan terbakar di Riau meningkat. Sebab, bulan Januari dan Februari lalu kita belum menetapkan status. Makanya saat ada kebakaran di Kepulauan Meranti, kita susah," urai Kalaksa BPBD Riau ini di Pekanbaru, Selasa (29/5/2018).
Tahun ini, lanjut Edwar, Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi daerah paling rawan karhutla. Yang mana, Kepulauan Meranti merupakan daerah terluas yang lahannya terbakar mencapai 896,61 hektare dari total keseluruhan seluas 1.870,96 hektare.
"Jadi lahan di Meranti itu paling rawan terbakar. Posisi kedua ada Bengkalis yang lahannya terbakar seluas 345,5 hektare, dan Indragiri Hulu (Inhu) seluas 128,5 hektare," jelas mantan Pj Walikota Pekanbaru ini lagi.
Untuk mengantisipasi karhutla meluas, enam kabupaten dan kota yang ada di Riau pun telah menetapkan status siaga darurat karhutla yaitu Inhil, Bengkalis, Pelalawan, Inhu, Rokan Hilir (Rohil) dan Kota Dumai.
"Kalau sudah ada dua daerah saja yang menetapkan status, provinsi langsung menetapkan status juga," ucapnya.
Untuk di provinsi, status siaga darurat karhutla sendiri diperpanjang hingga 30 November 2018 mendatang. ***













