Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
23 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
20 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
24 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
7 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
20 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Riau

Pemukiman Diserbu Ratusan Lalat, Warga Kemuning Inhil Lakukan Aksi Demo

Pemukiman Diserbu Ratusan Lalat, Warga Kemuning Inhil Lakukan Aksi Demo
Lalat (int).
Rabu, 30 Mei 2018 04:54 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN-Sudah beberapa hari terakhir ini, warga di Desa Keritang, Kecamatan Kemuning, Inhil, Riau diresahkan dengan banyaknya lalat yang setiap hari berterbangan di kawasan pemukiman mereka.

Merasa kesal dan tidak tahan dengan serbuan ratusan lalat itu setiap harinya, akhirnya warga berinisiatif mendatangi sebuah peternakan ayam yang diduga menjadi penyebab banyaknya lalat akhir-akhir ini.

"Keberadaan kandang ayam tersebut sangat mengganggu, karena lokasinya berada sangat dekat dengan pemukiman penduduk, akibat dari itu wabah lalat semakin menggila dan menyerbu rumah penduduk," ujar Alvin salah satu warga kepada GoRiau.com.

Meski berbagai tindakan seperti pemasangan baleho pertanda protes, sampai beramai ramai mendatangi peternakan ayam tersebut, namun dikatakan Alvin, hingga kini peternakan tersebut masih beroperasi dan lalat masih terus menjadi ancaman bagi warga.

"Warga sangat mengharapkan tindakan dari pemerintah setempat untuk menyelesaikan persoalan ini. Karena warga sudah tidak tahan dengan serbuan ratusan lalat setiap harinya," cetusnya.(adv)

Kategori:PON, Riau
wwwwww