Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
24 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
24 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
5 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
23 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Pesan Warga Panyabungan untuk Djoss: Perhatikan Honor Guru dan Hapus Pungli

Pesan Warga Panyabungan untuk Djoss: Perhatikan Honor Guru dan Hapus Pungli
Rabu, 30 Mei 2018 08:08 WIB
Penulis: Rel
MADINA -Warga Penyabungan di Mandailing Natal (Madina) mengharapkan agar gubernur baru yang terpilih nantinya dapat memperhatikan nasib guru honorer serta penghapusan pungutan liar yang kerap merugikan warga.

Harapan tersebut disampaikan salah satu guru honorer di Penyabungan kepada Sihar Sitorus dalam bincang-bincang bersama warga. Guru honorer yang  bernama Lian Jonatan Munthe tersebut mengaku bahwa honor mereka  sangat rendah, bahkan hanya sekitar Rp 400 ribu per bulan. Karena itu dia berharap agar nantinya pemerintah memberikan tambahan pendapatan kepada mereka serta memperhatikan kebutuhan dan  kesejahteraan lainnya.

"Kita mengajar sebagai guru honorer dan kita berharap ada nanti perhatian untuk kita," terangnya.

 

Hal lain yang dikeluhkan Munthe adalah pungutan liar atau pungli. Dia yang berprofesi sebagai guru pernah mengalami adanya pungutan tak berdasar. Kejadian pungli itu dialami saat pengurusan akta lahir anak. Saat ingin melakukan perbaikan data akta lahir, petugas meminta sejumlah uang.

"Ini harus dihapuskan Pak, karena sangat merugikan kita," jelasnya.

 

Mendengar keluhan tersebut, Sihar mengatakan bahwa dia dan H Djarot Saiful Hidayat datang ke Sumut untuk membangun. Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) nomor urut dua itu mengatakan bahwa perhatian terhadap guru akan menjadi salah satu skala prioritas. Karena kesejahteraan guru mempengaruhi mutu pendidikan.

Sementara untuk persoalan pungli adalah target yang harus dibersihkan. Karena pasangan yang akrab disapa Djoss tersebut memiliki program untuk menjadikan Sumut sebagai kawasan yang semua urusan mudah dan transparan.

"Tidak lagi Sumut yang dulu, yang semua urusan menggunakan uang tunai," katanya.***

Editor:Wen
Kategori:Sumatera Utara, Metropolitan
wwwwww