Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
15 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
16 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Riau

Anak Divonis Harus Jalani Operasi Jantung di Jakarta, Pria di Kampar Ini Butuh Bantuan Biaya dari Dermawan

Anak Divonis Harus Jalani Operasi Jantung di Jakarta, Pria di Kampar Ini Butuh Bantuan Biaya dari Dermawan
Kamis, 07 Juni 2018 01:45 WIB
Penulis: Syawal Jose
BANGKINANG - Kisah pilu dari keluarga miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan berobat kembali terjadi di Kabupaten Kampar. Kali ini dialami oleh keluarga Bastiar, salah satu keluarga kurang mampu di Desa Balung, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.

Cerita pilu disampaikan Bastiar ketika berkunjung ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar di Jalan Ahmad Yani, Bangkinang, Rabu (6/6/2018).

Ia mengaku bingung karena anaknya Aqila Nesya Putri (4 tahun) harus segera menjalani operasi jantung di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta setelah mendapat rujukan dari RS Eka Hospital Pekanbaru.

Meskipun biaya operasi anaknya bakal ditanggung oleh BPJS, namun ia mengaku bingung memikirkan ongkos dan biaya selama mendampingi buah hatinya yang ketiga itu di Jakarta yang diperkirakan selama dua bulan tersebut.

Didampingi salah seorang staf Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Syamsul Azwar, Bastiar menuturkan, selama dua tahun terakhir atau sejak 2016 ia bersama sang istri berjuang mengobati penyakit jantung anaknya.

Sebelum dirawat di RS Eka Hospital, anaknya pertama kali dibawa berobat ke Puskesmas XIII Koto Kampar di Batubersurat karena anaknya terus merintih kesakitan. "Umur dua tahun anak saya ini sudah mulai sakit-sakitan. Pertama demam panas dan sesak nafas," bebernya.

Setahun di RSUD Bangkinang, setelah itu perawatan anaknya  pindah ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. "Tanggal 1 Januari 2018 pindah ke Eka Hospital sampai sekarang. Dia dirawat inap, memang ditanggung rawat inapnya tapi obat tetap dibeli," katanya.

Karena kondisi anak semakin memburuk,  maka terakhir keluar keputusan bahwa anaknya harus dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita, Jakarta. "Kalau bisa dipercepat operasinya karena kondisinya semakin memburuk," ulas pria yang bekerja sebagai penyadap karet dan buruh harian itu.

"Jangankan ke Jakarta ke Pekanbaru kami sebelumnya meminjam minjam. Di kampung tak ada orang percaya sama kamu. Saya sudah merasa malu," bebernya lagi. Selama anaknya sakit, kondisi ekonominya memang serba keterbatasan. Ia hanya mengandalkan uluran tangan para dermawan. "Kalau sudah dirawat, kapan saya bisa bekerja pak," ucapnya lirih.

Ia bermohon kepada masyarakat agar bermurah hati membantu keberangkatannya ke Jakarta supaya anaknya bisa melanjutkan proses penyembuhannya.

Bagi masyarakat yang ingin membantu ia mempersilakan menghubunginya dinomor telepon 085278166975. ***

Kategori:Riau, PON
wwwwww