Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
16 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
20 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
15 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Badminton

Mahyudin: Negara Wajib Mensejahterakan Rakyatnya

Mahyudin: Negara Wajib Mensejahterakan Rakyatnya
Sabtu, 09 Juni 2018 17:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
SANGGATA - Wakil Ketua MPR Dr. Mahyudin mengakhiri roadshow sosialisasi Empat PIlar MPR dan safari ramadhan di Kalimantan Timur.

Pada hari terakhir, Jumat (8/6/2018), bertepatan dengan merayakan hari ulang tahun ke-48, Mahyudin menyampaikan sosialisasi di Pondok Pesantren Nurul Ihsan sekaligus buka bersama dengan anak yatim dan shalat taraweh di Masjid Mujahdin, Sangatta, Kalimantan Timur.

Dalam sosialisasi, Mahyudin menyoroti masalah keadilan sosial. Menurut Mahyudin, sila kelima Pancasila itu masih jauh dari harapan. Keadilan sosial belum terwujud di masyarakat. "Negara seharusnya wajib mensejahterakan rakyatnya," katanya.

Mahyudin menyebutkan nilai keadilan sosial itu memiliki prinsip kesejahteraan rakyat. "Pada prinsipnya negara Indonesia didirikan untuk sungguh-sungguh memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia baik lahir maupun bathin," ujarnya.

"Jadi negara itu wajib mensejahterakan rakyatnya. Fakir miskin harus disantuni. Pendidikan wajib belajar 9 tahun untuk anak-anak. Cuma ini belum terwujud semuanya," sambungnya.

Mahyudin menjelaskan tiga kehidupan dasar manusia yang harus dipenuhi yaitu sandang, pangan, dan papan. "Orang punya makanan, pakaian, dan rumah. Mendapat pelayanan kesehatan dan pendidikan yang baik. Itu harus disiapkan negara," sebutnya.

Tapi, lanjut Mahyudin, masih banyak rakyat yang belum menikmati listrik, banyak anak yang tidak bersekolah karena tidak mampu. "Bantuan untuk pendidikan anak, justru dibelikan beras dan kebutuhan pokok. Itulah potret masyarakat Indonesia. Keadilan sosial belum tercapai," tuturnya.

Menurut Mahyudin, banyak persoalan sosial muncul karena tidak adanya kesejahteraan dan keadilan sosial di masyarakat. Kejahatan, misalnya, muncul karena kemiskinan.

Ia membandingkan dengan negara yang telah memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya, seperti Denmark. Menurut survei Denmark menjadi negara yang aman dan ampir tidak ada kejahatan di sana. "Sebaliknya di Indonesia, penjara penuh. Bahkan over capacity," ujarnya.

Sosialisasi Empat Pilar MPR diakhiri dengan memotong tumpeng untuk merayakan hari ulang tahun Mahyudin.***

wwwwww