Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
18 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
15 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
12 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
13 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
20 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Badminton

Bamsoet Ajak Dubes Meksiko, Korsel, Turki dan Australia Sukseskan Pertemuan MIKTA di Bali Sepetember Mendatang

Bamsoet Ajak Dubes Meksiko, Korsel, Turki dan Australia Sukseskan Pertemuan MIKTA di Bali Sepetember Mendatang
Rabu, 18 Juli 2018 15:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengajak Duta Besar Meksiko, Korea Selatan, Turki, dan Australia untuk bergandengan tangan dengan Indonesia menyukseskan penyelenggaraan Pertemuan Konsultasi ke-4 Pimpinan Parlemen Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia (MIKTA) yang akan diselenggarakan di Ubud, Bali, pada 15-17 September 2018.

"Sebagai Ketua MIKTA, Indonesia berharap pertemuan pada tahun ini bisa menghasilkan outcome yang bermanfaat, baik bagi organisasi MIKTA maupun bagi kepentingan global dunia. Selain pertemuan antar jajaran eksekutif pemerintah, parlemen juga harus ambil bagian dalam menyukseskan agenda pertemuan MIKTA," ujar Bamsoet saat menerima Duta Besar dan perwakilan MIKTA di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Rabu, (18/07/18).

Hadir dalam pertemuan tersebut  H.E. Mr. Armando G. Alvares (Duta Besar Mexico), Mr. Jeon Joyoung (Minister, Kedutaan Besar Korea), Mrs. Busra Semerci (Deputy Head of Mission, Kedutaan Besar Turki), dan Mr. Scott Bradford (Second Secretary Political, Kedutaan Besar Australia).

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menjelaskan, sejalan dengan pemerintah Indonesia sebagai Ketua MIKTA yang mengangkat tema ‘Fostering Creative Economy and Contributing Global Peace’, DPR RI sebagai tuan rumah Pertemuan Konsultasi ke-4 Pimpinan MIKTA juga mengangkat tema serupa, yaitu ‘Creating Peace and Prosperity: The Role of Parliament’.

"Masing-masing Ketua Parlemen MIKTA akan diberikan kesempatan menyampaikan statement sesuai dengan tema yang diangkat. Hasil pandangan yang disampaikan sangat penting agar kita bisa melihat dan merumuskan lebih jauh bagaimana peran parlemen dalam menciptakan perdamaian dan kesejahteraan," terang Bamsoet.  

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, pertemuan ini nantinya akan memfokuskan pada penangulangan terorisme dan keamanan global, ekonomi kreatif serta pemeliharaan perdamaian.

"Penekanan kepada perdamaian sejalan dengan peran Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2022. Indonesia tentu tidak akan mensia-siakan kesempatan baik ini. Bersama dengan anggota MIKTA, kita akan wujudkan dunia yang lebih damai tanpa penindasan, penuh senyuman dan keceriaan," urai Bamsoet.

Selain isu perdamaian, isu kesejahteraan juga menjadi fokus utama yang tak kalah penting. Bamsoet melihat potensi ekonomi kreatif sangat besar sekali dalam peningkatan kesejahteraan umat manusia di dunia.

"Indonesia menargetkan di tahun 2018 ini sektor ekonomi kreatif dapat menyumbang produk domestik bruto (PDB) sekitar Rp 1.100 triliun. Saya yakin berbagai negara lain di dunia juga menargetkan pendapatan yang tinggi dari sektor ekonomi kreatif. Pengembangan sektor ekonomi kreatif diyakini dapat mengurangi kesenjangan sosial dan jurang kemiskinan dunia," pungkas Bamsoet.***

wwwwww