Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
11 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
13 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
9 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
14 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
13 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Badminton

Hafiz-Gloria Kandidat Terkuat ke Olimpiade Tokyo 2020

Hafiz-Gloria Kandidat Terkuat ke Olimpiade Tokyo 2020
Rabu, 18 Juli 2018 13:46 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dalam dua pekan berturut-turut, tim bulutangkis Indonesia berhasil mendapatkan empat gelar juara. Di Indonesia Open 2018 BWF World Tour Super 1000, dua gelar datang dari pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di nomor ganda putra.

Pekan lalu, prestasi kembali ditorehkan tim Merah Putih di ajang Thailand Open 2018 BWF World Tour Super 500. Gelar dipersembahkan oleh pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Gelar di Thailand Open merupakan yang pertama bagi Hafiz/Gloria. Pencapaian ini merupakan sedikit titik terang soal regenerasi ganda campuran. Hingga saat ini, pasangan senior Tontowi/Liliyana masih menjadi andalan ganda campuran Indonesia, sementara Liliyana sudah menegaskan bahwa tahun ini adalah tahun terakhirnya mengayunkan raket.

Gebrakan Hafiz/Gloria sudah mulai terlihat saat mereka mampu menaklukkan Tontowi/Liliyana di All England 2018. Disusul dengan kemenangan atas Mathias Christiansen/Christinna Pedersen (Denmark), di turnamen Malaysia Open 2018. Penampilan Hafiz/Gloria kian konsisten hingga mereka lolos ke semifinal turnamel level elit Blibli Indonesia Open 2018.

"Saya agak sedikit lega melihat perkembangan Hafiz/Gloria, saya sudah melihat peningkatan mereka dari Malaysia Open 2018. Khususnya Hafiz, saya puas setelah saya rekrut dari ganda putra, dengan kerja kerasnya menjalani program saya, sekarang mulai berbuah manis," kata Richard Mainaky, Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI.

"Setelah Edi (Subaktiar) cedera, memang saya sengaja memasangkan Hafiz dengan Gloria, karena pola mereka cocok. Pertahanan Gloria cukup baik dengan no lob panjang dan balik serang. Cukup cepat juga progress mereka, saya bentuk polanya dalam setahun dan sudah mulai melekat di mereka. Sampai saat ini mereka cukup konsisten dan paham dengan pola itu," jelasnya.

Akan tetapi, Richard mengatakan bahwa PR Hafiz/Gloria masih banyak, dan tugas mereka masih panjang, khususnya jelang Olimpiade Tokyo 2020. Nama Hafiz/Gloria saat ini berada di urutan pertama dalam daftar kandidat ganda campuran yang akan berlaga di event olahraga empat tahunan tersebut.

"Yang jelas saya sudah punya pegangan satu pasangan untuk olimpiade, tetapi saya tetap gencar untuk cari pasangan-pasangan lain hingga dapat dua sampai tiga pasang pelapis," sebut Richard.

"Hafiz/Gloria memang nominasi pertama karena mereka sedang ada di Top 10, jelas ini mempermudah mereka untuk kualifikasi ke olimpiade. Pasangan lainnya perlu digenjot lagi dan dilihat performanya bagaimana. Soal Debby (Susanto), dia sudah tegaskan untuk main hingga kontrak selesai sampai akhir tahun ini," ungkap Richard.

Saat ini, sektor ganda campuran memiliki beberapa pasangan pelapis selain pasangan senior Tontowi/Liliyana dan Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto. Diantaranya Hafiz/Gloria, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Ronald Alexander Annisa Saufika, Yantoni Edy Saputra/Marsheilla Gischa Islami.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww