Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
22 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
22 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
22 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Riau

Tak Sanggup Kelola Pasar Modern Sorek, Ini Alasan PT Bina Karya Pelalawan

Tak Sanggup Kelola Pasar Modern Sorek, Ini Alasan PT Bina Karya Pelalawan
Pengelolaan Pasar Modern Sorek mangkrak, DPRD Pelalawan menggelar hearing bersama dinas terkait, Selasa (16/7/2018).
Kamis, 19 Juli 2018 00:27 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - PT Bina Karya Pelalawan sebagai perusahaan pemenang tender pengelolaan Pasar Modern Sorek menyerah dan tidak sanggup melanjutkan kontrak. Pasar yang berlokasi di Sorek, Kecamatan Pangkalan Kuras, urung beroperasi.

"Investasi yang sudah mereka tanamkan itu hampir Rp 1 miliar, katanya," sebut Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Diskoperindagsar) Pelalawan, Zuherman Das, saat hearing bersama Komisi II DPRD, Selasa (17/7/2018) kemarin.

Ditegaskan Zuherman, Diskoperindagsar akan segera melakukan langkah dengan melakukan proses lelang kembali pengelolaan Pasar Modern Sorek.

"Karena mereka sudah mengundurkan diri, tentu sebagai tindak lanjutnya nanti akan dibuatkan lagi proses lelang selanjutnya," jelasnya.

Mewakili pihak perusahaan, Masriadi, mengungkapkan sebab gagalnya pengelolaan Pasar Modern Sorek oleh PT Bina Karya Pelalawan sebagai pemenang tender.

"Mau gimana lagi, pemegang sahamnya bubar. Padahal sudah Rp 1 miliar investasi sudah masuk," bebernya, saat di konfirmasi GoRiau.com.

Bahkan, kata Masriadi, pihak perusahaan telah membayar retribusi kepada Pemerintah Daerah (Pemda), pada tahun 2017 lalu.

"Kita sudah bayar retribusi tahun pertama sebesar Rp 350 juta. Kita ingin aset itu kembali, minimal separuh dari nilai investasi. Tapi sudah terikat kontrak," ucapnya. ***

Kategori:Voli, Riau, PON
wwwwww