Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Riau

BEM se-Riau Ancam Datangkan Massa Lebih Ramai Jika Bupati Kampar tak Copot Kasatpol PP

BEM se-Riau Ancam Datangkan Massa Lebih Ramai Jika Bupati Kampar tak Copot Kasatpol PP
Jum'at, 20 Juli 2018 02:00 WIB
Penulis: Syawal Jose
BANGKINANG - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Provinsi Riau mengancam akan melakukan demo dengan massa yang lebih ramai jika Bupati Kampar tidak mencopot Kasatpol PP dan tidak menyelesaikan persoalan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK).

Mereka menuntut Bupati Kampar memecat dan menangkap Kasatpol PP dan anggotanya yang melakukan kekerasan terhadap RTK dan mahasiswa yang melakukan aksi di kantor Bupati Kampar pada Selasa 17 Juli 2018 lalu.

Ketegasan ini disampaikan oleh mahasiswa yang mewakili BEM se Rian ketika hearing untuk keduakalinya bersama DPRD Kampar.

Pada hearing ini terlihat hadir Wakil Ketua Komisi I DPRD Kampar Yuli Akmal, Sekretaris Komisi II Hendra Yani dan sejumlah anggota DPRD Kampar lainnya Hermiati, Zumrotun, Firman Wahyudi,  Syahrul Aidi Maazat, Muhammad Kasru Syam, Iib Nursaleh, Yudi Rofali, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nurbit, Kepala Satpol PP Kabupaten Kampar Hambali.

Dari pihak tenaga RTK tampak sejumlah aktivis Gerakan Pemusatan Patriotik Indonesia (GPPI) Rian Adli, Ryan, Presiden Mahasiswa UIR Hengky Primana dan puluhan tenaga RTK, Kamis (19/7/2019).

"Menyikapi aksi brutal yang dilakukan oleh Kasatpol PP dan anggotanya terhadap aksi tenaga RTK dan dan aktivis GPPI Kampar, kami meminta Bupati Kampar mencopot Kasatpol PP Hambali dari jabatannya. Jika tidak, kami dari BEM se-Riau mengancam akan mengundang lebih banyak mahasiswa, organisasi lainnya dan masyarakat untuk mengepung komplek perkantoran Pemkab Kampar," tegas Rian.

Kepada pihak kepolisian, Rian berharap menindaklanjuti secara hukum tindakan represifitas dan premanisme yang telah dilakukan oknum Satpol PP tersebut.

Meskipun banyak argumen yang disampaikan pada hearing kali ini yang terkesan adu argumen baik dari Kadiskes, anggota dewan, tenaga RTK dan aktivis, namun hearing ini belum menghasilkan keputusan yang konkrit. DPRD sepakat menunda hearing sampai tanggal 30 Juli 2018 mendatang karena Pemkab Kampar kembali meninjau aturan-aturan dalam perekrutan tenaga RTK ke Kementerian Kesehatan.

Usai melakukan hearing, RTK, mahasiswa dan aktivis melanjutkan aksinya di depan rumah dinas Bupati Kampar yang terletak di jalan M Yamin Bangkinang Kota. Massa aksi ini membakar ban mobil sebagai bentuk kekesalannya terhadap kepemimpinan Bupati Kampar dan Wakil Bupati Kampar Azis - Catur. ***

wwwwww