Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
15 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
16 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Bamsoet Ajak Malaysia Lawan Isu Negatif CPO Sawit di Eropa

Bamsoet Ajak Malaysia Lawan Isu Negatif CPO Sawit di Eropa
Sabtu, 21 Juli 2018 13:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menekankan pentingnya menjaga semangat persaudaraan dalam membina hubungan baik kedua negara.

Karenanya Indonesia - Malaysia harus selalu seiring sejalan dalam menghadapi berbagai isu internasional. Salah satunya dalam menghadapi kampanye negatif produk minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) asal Asia oleh negara-negara Eropa. 

"Kedua negara mampu memproduksi CPO hingga 86% dari total produksi dunia. Sebagai negara pengekspor CPO, Indonesia dan Malaysia harus satu garis dalam melawan kampanye negatif Eropa. Tudingan Eropa bahwa produksi CPO asal Asia merusak lingkungan tidaklah benar. Jangan sampai isu lingkungan dijadikan sebagai bungkus dibalik motif bisnis," terang Bamsoet saat menerima Menteri Luar Negeri Malaysia H.E., Datok Saifuddin Abdullah di Jakarta, Sabtu (21/07/18).

Tak hanya itu, Ketua Badan Bela Negara FKPPI ini juga membahas penurunan yang signifikan dalam nilai dan volume perdagangan di perbatasan Indonesia - Malaysia, khususnya di wilayah Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Sabah. Kedua negara sudah sepakat untuk mereview perjanjian Cross Border Agreement (CBA) dan Border Trade Agreement (BTA).

"Saya harap perjanjian ini bisa diselesaikan tahun ini. Sehingga bisa memberikan dukungan dalam pengaktifan kembali border trade Kalimatan Utara dengan Sabah. Dengan demikian volume perdagangan kedua negara bisa kembali meningkat," ungkap Bamsoet.

Secara khusus, Politisi Partai Golkar ini meminta kepada pemerintah Malaysia agar perlindungan yang sudah berjalan baik terhadap para tenaga kerja Indonesia di Negeri Jiran bisa tetap dipertahankan. Jangan sampai berbagai peristiwa tak mengenakan yang terjadi beberapa tahun silam terulang kembali.

"Saya mengapresiasi langkah pemerintah Malaysia yang sudah memberikan perlindungan hukum kepada para tenaga kerja Indonesia disana. Kami di Indonesia juga memberikan perlindungan hukum yang sama terhadap para tenaga kerja Malaysia. Mari kita saling menjaga dan menguatkan," paparnya.

Bamsoet juga menyambut baik keinginan pemerintah Malaysia menjadikan Indonesia sebagai role model dalam mensukseskan reformasi di negaranya, khususnya dalam menjalankan reformasi di parlemen. DPR RI siap membuka pintu untuk berbagi pengalaman kepada Malaysia.

"Menteri Luar Negeri Malaysia Datok Saifuddin Abdullah menyampaikan bahwa mereka ingin belajar reformasi dari Indonesia. Untuk mensukseskan Reformasi Parlemen di Malaysia, mereka berencana mengirimkan perwakilannya untuk belajar di DPR RI. Sebagai saudara yang baik, Indonesia tentu sangat senang sekali jika bisa membagi pengalaman dalam menjalankan pemerintahan yang demokratis," tandasnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Datin Norlin Shamsul Bahri (Isteri Menteri Luar Negeri Malaysia), Mr. Adli Zakuan Zairakithnaini (Staf Khusus Menteri Luar Negeri Malaysia), Mr. Eldeen Husaini Mohd Hashim (Direktur Asia Tenggara, Kementerian Luar Negeri Malaysia), Mr. Zamshari Shaharan (Kuasa Usaha Ad Interim, Kedutaan Besar Malaysia), Mr. Abdilbar Ab Rashid (Sekretaris Bidang Politik, Kedutaan Besar Malaysia), Mrs. Nurul Aishah Mohd Yunus (Sekretaris Bidang Ekonomi, Kedutaan Besar Malaysia).***

wwwwww