Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
15 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
16 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

KPK OTT Kalapas Sukamiskin, Pemuda Muhammadiyah Desak Presiden Copot Yasona

KPK OTT Kalapas Sukamiskin, Pemuda Muhammadiyah Desak Presiden Copot Yasona
Sabtu, 21 Juli 2018 13:37 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - PP Pemuda Muhammadiyah mendesak, agar Presiden Joko Widodo segera memecat atau mencopot Yasona Laoly sebagai menteri Menkumham.

Desakan ini disampaikan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahniel Azhar menanggapi adanya OTT di Lapas Sukamiskin dinihari tadi.

"Presiden harus berani tegas, copot Yasona," ujar Dahniel kepada GoNews.co, Sabtu (21/7/2018) saat dikonfirmasi.

Alasanya kata Dahniel, selain OTT, adanya informasi terkait lapas Sukamiskin menjadi rumah dan kantor baru yang nyaman dan aman bagi napi koruptor asal sanggup membayar mahal bukanlah hal yang baru.

Hanya saja kata dia, belum ada tindakan hukum yang nyata. "Mudah-mudahan kali ini KPK bisa membongkar semua praktik fasilitasi dan suap menyuap disana," tandasnya.

"Dan, menurut saya, salah satu pihak yang paling bertanggungjawab terkait dengan hal ini adalah menteri hukum dan HAM yang saya yakin sejak lama telah mengetahui rahasia publik tersebut, namun tidak pernah ada tindakan nyata," sesalnya.

Menurut Dahniel, bukan cuma sekedar dicopot, Menkumham, Yasona juga perlu dimintai keterangan. "Karena hal ini terkait dengan tanggungjawab dia. Harus ada keterangan jelas, apakah benar ada lobi-lobi napi ke dia (Menkumham) atau pihak terkait lain yang memiliki pengaruh kuat dengan fasilitas penjara agar mendapat izin dan tempat lapas yang sesuai keinginan napi sendiri," paparnya.

Pasalnya lanjut Dahniel, rata-rata napi koruptor yang dipenjara di Sukamiskin memiliki pengaruh politik dan birokrasi yang kuat.

"Dengan begitu pak Menkumham bisa menjelaskan kepada publik, dan membongkar pratik mafia lapas yang selama ini meresahkan dan mengangkangi hukum kita," pungkas Dahniel Anzar yang juga pendiri Madrasah Antikorupsi itu.***

wwwwww