Tim Cyber Pungli Polres Bengkalis OTT Staf Administrasi dan Keuangan STAIN Bengkalis
![]() |
Penulis: Ismail
Diduga pelaku pungli berinisial DM (36) warga Jalan Pramuka Gang Kusuma RT003 RW 005 Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis Riau, diringkus Rabu (25/7/2018) sekitar pukul 11.00 WIB. Ia diduga melakukan pungli pembayaran semester ganjil sebesar Rp1.500,000,- per satu orang mahasiswa.
Menurut informasi yang berhasil dirangkum, sesuai ketentuan pembayaran tersebut hanya sebesar Rp1.200,000, tetapi pihak STAIN Bengkalis menerima kelebihan pembayaran yang dimintakan kepada Mahasiswa sebesar Rp300,000 dengan alasan untuk kebutuhan Operasional pihak STAIN.
Adapun barang bukti yang diamankan sebagai barang bukti (BB) yaitu uang tunai sebesar Rp17.400,000,- yang terkumpul dari 58 orang Mahasiswa. Dimana setiap mahasiswa harus dikenakan membayar lebih sebesar Rp300,000,-. Jadi, untuk total keseluruhan uang hasil OTT Saber Pungli Polres Bengkalis yang diamankan penyidik Tipikor Polres Bengkalis sebesar Rp18.900,000,-.
Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto ketika dikonfirmasi, Jumat (27/7/2018) membenarkan adanya dugaan OTT tersebut. "Nanti ke Kasatreskrim aja mas. Dan masalah ini masih didalami," ungkap Kapolres.
OTT di STAIN Bengkalis berdasarkan adanya laporan dari beberapa orang nahasiswa yang berkuliah di STAIN Bengkalis khususnya kelas non reguler (Ekstensi) bahwa pembayaran uang semester sebesar Rp1.500,000,-.
Uang tersebut dibayarkan langsung ke Bagian Keuangan pada STAIN Bengkalis, namun pada kwitansi pembayaran nominan uang tertera hanya Rp1.200,000,-. Sementara sisa uang Rp300,000,- tidak dibuatkan pertanggungjawaban penerimaan terhadap uang tersebut.
Salah seorang dosen di STAIN Bengkalis yang enggan disebutkan namanya ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan mengaku tidak mengetahui permasalahan tersebut. Tetapi ia membenarkan adanya kedatangan pihak Polres Bengkalis ke kampus.
"Saya tidak tau masalah sebenarnya, tetapi memang benar ada Polisi yang datang ke STAIN Bengkalis," ujar salah seorang dosen yang enggan disebutkan namanya. ***













