Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
Ekonomi
21 jam yang lalu
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
2
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
Olahraga
17 jam yang lalu
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
3
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
Olahraga
14 jam yang lalu
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
4
Tim Catur Indonesia Patok Target Lolos ke Divisi Utama
Olahraga
17 jam yang lalu
Tim Catur Indonesia Patok Target Lolos ke Divisi Utama
5
Jelang Sidang Tahunan, MPR Gelar Rapid Test untuk Jurnalis
Politik
13 jam yang lalu
Jelang Sidang Tahunan, MPR Gelar Rapid Test untuk Jurnalis
6
Pendiri Arema Bilang Arema FC Klub Rakyat
Sepakbola
15 jam yang lalu
Pendiri Arema Bilang Arema FC Klub Rakyat
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Bantu Ringankan Beban Korban Gempa Lombok, Mendagri Kerahkan Praja IPDN ke NTB

Bantu Ringankan Beban Korban Gempa Lombok, Mendagri Kerahkan Praja IPDN ke NTB
Praja IPDN saat membantu membersihkan sisa gempa di Lombok. (Kemendagri)
Senin, 30 Juli 2018 16:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Gempa kuat yang mengguncang Lombok Nusa Tenggara Barat dan Bali pada Minggu (29/07) menyebabkan setidaknya 14 orang meninggal dunia, lebih dari 160 lainnya luka-luka.

Hal ini diungkapkan Kepala Humas dan Pusat Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Lima di antara korban meninggal dunia dilaporkan adalah anak-anak.

"Gempa berkekuatan 6,4 SR tersebut juga menyebabkan lebih dari 1.000 rumah rusak. Hingga Minggu sore waktu setempat dirasakan setidaknya 133 gempa susulan," kata Sutopo kepada GoNews.co, Minggu (29/7/2018) kemarin.

Sutopo juga menyebutkan, hingga sekitar pukul 9.20 WITA, gempa susulan terjadi hingga 66 kali. "Sepuluh orang meninggal di Lombok Timur, empat lainnya di Lombok Utara," katanya.

Di antara korban meninggal terdapat seorang warga negara Malaysia. Korban dilaporkan tengah berada di kamar kecil ketika bangunan tempat ia berada ambruk.

Saat ini menurut Sutopo, korban selamat baik yang luka-luka maupun mengungsi, masih sangat membutuhkan bantuan baik obat-obatan, makanan dan selimut.

Merespon adanya kebutuhan sandang dan pangan bagi korban gempa di Lombok, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo langsung memerintahkan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo dan Rektor IPDN, Ermaya Suradinata agar mengerahkan para praja kampus IPDN NTB turun ke daerah terdampak gempa membantu para korban.

Menurut Menteri Tjahjo, saat ini, para praja sudah ada dilokasi bencana. "Setelah gempa terjadi, saya perintahkan Sekjen dan Rektor IPDN, mengerahkan praja IPDN kampus NTB membantu korban," kata Menteri Tjahjo dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (30/7/2018).

Tidak hanya mengerahkan para praja untuk turun tangan membantu penanganan bencana, kata Tjahjo, kementerian yang dipimpinnya juga telah mengirimkan bantuan yang dibutuhkan korban, seperti makanan, pakaian dan obat-obatan. "Ya perintahkan kirim  bantuan Kemendagri," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar mengatanan, bantuan yang dikirimkan ke lokasi yang terdampak bencana gempa, berupa mie instan, air mineral, selimut, biskuit, susu dan pampers untuk bayi dan pembalut untuk wanita.

"Senin pagi, sekitar pukul 04.30 waktu setempat bantuan tiba di Desa Obeel Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur," ujarnya.

Masih kata Bahtiar, bantuan juga datang dari IPDN Kampus NTB. Bantuan tersebut berupa terpal yang akan digunakan untuk tenda darurat. Bantuan lainnya berupa pelayanan kesehatan dan pembersihan puing bangunan terdampak gempa. "Batuan telah  diserahkan ke posko setempat. Saat ini rombongan IPDN terdiri dari praja, civitas akademika dan tim medis. Dipimpin oleh Direktur IPDN Kampus NTB, Sri Artati," katanya.

Hingga Senin siang, para raja IPDN masih membersihkan puing puing rumah dan menyalurkan bantuan berupa selimut, bahan makanan. "Tim medis IPDN juga turun dengan membawa obat obatan untuk  masyarakat  yang terkena Bencana Alam diLombok," pungkasnya.

Presiden Jokowi kunjungi kamp pengungsian

Sementara itu, Presiden Joko Widodo bersama Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi atau yang juga dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB), hari ini juga menuju lokasi pengungsian di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

Sebagaimana dilaporkan biro pers Istana, Presiden Jokowi ingin memastikan bahwa penanganan dampak gempa dapat diselesaikan dengan cepat dan baik, seperti adanya bantuan pelayanan kesehatan, ketersediaan logistik dan kebutuhan dasar bagi pengungsi, serta tersedianya layanan pendidikan darurat.

Di sana, presiden dan gubernur NTB bertemu dengan warga yang terkena dampak bencana dan juga menyerahkan bantuan.***


wwwwww