Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
14 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
10 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Hidayat Nur Wahid: Pemimpin Mencerminkan Siapa yang Dipimpin

Hidayat Nur Wahid: Pemimpin Mencerminkan Siapa yang Dipimpin
Senin, 30 Juli 2018 16:07 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mendorong agar para santri terus melakukan dakwah amar maruf kepada ummat.

"Mengembangkan dakwah yang ikhsan, islah, dan mengembangkan potensi yang baik," ujarnya saat menerima Persatuan Pesantren Pasundan, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Hidayat Nur Wahid mengungkapkan dirinya tak mau mendikotomikan masyarakat dalam dua kelompok sebab di setiap kelompok ada potensi mereka melakukan kebaikan, pun demikian sebaliknya, mereka bisa melakukan potensi keburukan.  

Dipaparkan, dalam kehidupan semua terus berproses. Peristiwa tak berhenti pada satu titik. Kadang manusia mengalami kemenangan, kadang mengalami kekalahan, demikian seterusnya. "Untuk itulah kita harus melakukan perbaikan," tandasnya.

Sebagai santri kata dia, tentu diajarkan semakin berat tantangan dakwah yang dihadapi, pahala yang diterima semakin besar. Tantangan dakwah dari para santri terbilang berat sebab kondisi masyarakat yang dihadapi sangat beragam.

Keragaman masyarakat menurut Hidayat Nur Wahid tercermin saat mereka memilih pemimpin. "Bila rakyatnya baik maka pemimpinnya juga baik. Demikian pula sebaliknya," ungkapnya.

Hal demikian menurutnya sebuah realita karena yang memilih pemimpin adalah rakyat. "Ada ungkapan pemimpin mencerminkan yang dipimpin," tuturnya.

Bila ada masyarakat yang dirasa nilainya tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, hal demikian menurut Hidayat Nur Wahid sebagai medan juang kaum santri untuk berdakwah.

Sebagai alumni pesantren, Hidayat Nur Wahid mengakui dirinya setiap hari menyerap aspirasi masyarakat. Dakwah pun juga dilakukan setiap saat. Baginya dakwah bisa dilakukan di mana saja.

"Kami biasa mendengar masukan dari rakyat. Silaturahmi dengan berbagai pihak pun kamu lakukan," tambahnya.

Dari sinilah akan tercipta hubungan yang saling mengingatkan dan memahami. Asep Lukman sebagai Ketua Persatuan Pesantren Pasundan dalam kesempatan tersebut menyampaikan banyak hal. Mulai dari masalah Pilkada Jawa Barat hingga masalah keummatan yang ada.***

wwwwww