Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
20 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
16 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
17 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
12 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Riau

Tahun Ini, Banyak Guru Bercerai di Pelalawan, Berikut Penjelasannya

Tahun Ini, Banyak Guru Bercerai di Pelalawan, Berikut Penjelasannya
Senin, 30 Juli 2018 14:06 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Dalam dua tahun terakhir, jumlah kasus perceraian yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan, Riau terus meningkat.

Tenaga pendidik atau guru paling banyak, sementara tenaga kesehatan berada pada urutan kedua pada tingginya kasus perceraian pegawai.

Kepala Bidang Pembinaan Pegawai, BPP2D Pelalawan, Jasman, Senin (30/7/2018) mengatakan, kasus perceraian pegawai didominasi oleh tenaga tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan.

"Urutan pertama kasus perceraian ini didominasi oleh tenaga pendidik (guru-red). Kalau tenaga kesehatan menempatai urutan nomor dua," jelasnya.

BKP2D Pelalawan sangat prihatin karena semakin banyak ASN yang memilih untuk bercerai. Sepanjang tahun 2017 lalu, kasus perceraian pegawai di Pelalawan tercatat sebanyak 10 kasus.

"Sementara untuk tahun ini, terhitung Januari hingga Juli sebanyak 7 kasus dan ini masih dalam proses," bebernya.

Jasman mengatakan, tingkat perceraian ASN yang semakin meningkat ini menjadi perhatian pemerintah. Apalagi didominasi oleh tenaga pendidik dan kesehatan.

"Seharusnya selaku pendidik dapat memberikan contoh. Karena laporan yang masuk itu lagi-lagi guru. Tentunya kita sangat prihatin dengan tingginya tingkat perseraian pegawai ini," pungkasnya kepada,  GoRiau.com. ***

Kategori:Voli, Riau, PON
wwwwww