Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
19 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
15 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
15 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Riau

Wagubri Risau Rasionalisasi APBD Capai Rp2,1 Triliun

Wagubri Risau Rasionalisasi APBD Capai Rp2,1 Triliun
Senin, 30 Juli 2018 13:07 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Wan Thamrin Hasyim mulai merisaukan kekurangan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau Tahun Anggaran 2018 yang mencapai Rp2,1 triliun.

Kerisauan ini disampaikan Wagubri ketika menggelar pertemuan bersama rombongan Komisi X DPR RI di Ruang Melati, Kantor Gubernur Riau, Senin (30/7/2018).

Wagub yang juga mantan Bupati Rokan Hilir (Rohil) ini khawatir karena pendapatan daerah menurun disaat anggaran belanja sedang sulit. Pendapatan yang menurun itu diantaranya dikarenakan telah disahkannya Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) jenis Pertalite menjadi 5 persen dari pajak awalnya yang sebesar 10 persen. Begitu juga dengan Dana Bagi Hasil (DBH) yang sejak tahun lalu terjadi Tunda Salur.

"Kami mohon bantuan kawan-kawan DPR RI, tolong jangan tunda salur. Sebab soal dana ini sudah kami anggarkan dalam APBD," kata Wan Thamrin.

Seharusnya, lanjut Wan, penyaluran DBH disalurkan sebesar 20 persen pada triwulan pertama, triwulan kedua 20 persen, triwulan ketiga 20 persen, dan triwulan keempat 30 persen.

"Kalau memang kita dapat dibayar triwulan ketiga dan keempat, walaupun masih kekurangan anggaran mungkin tidak akan sebanyak itu (Rp2,1 triliun)," tuturnya. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww